Connect with us

Uncategorized

FUMIGASI MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN UNSUR KRI KOLINLAMIL

FUMIGASI MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN UNSUR KRI KOLINLAMIL Jakarta, 21 November 2021 ——- Satya Wira Jala Dharma. Untuk menjaga kesehatan lingkungan unsur kapal perang Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Dinas Kesehatan Kolinlamil melaksanakan swakelola fumigasi di KRI Teluk Lampung 540 yang sedang sandar di Dermaga Demak Utara, Surabaya, Sabtu (20/11). Kegiatan swakelola fumigasi ini, dipimpin oleh perwira pengawas dari Diskes Kolinlamil Mayor Laut (K) Umar Setiadi dengan membawa sembilan orang anggota tim fumigasi dari Diskes Kolinlamil. Fumigasi di KRI Teluk Lampung 540 ini merupakan salah satu kegiatan di triwulan IV tahun 2021 dari program kerja Diskes Kolinlamil. Menurut Kadiskes Kolinlamil Letkol Laut (K) Slamet Rahardja pelaksanaan Fumigasi di KRI merupakan hal yang sangat penting. Fumigasi merupakan salah satu cara pengendalian hama secara kimia dengan menggunakan pestisida yang diharapkan dapat menciptakan dan meningkatkan lingkungan yang sehat di dalam kapal perang terutama bagi anak buah kapal selama melaksanakan kegiatan dan aktivitas di kapal perang dalam kegiatan operasi maupun selama di pangkalan. Lebih lanjut, Kadiskes mengatakan bahwa fumigasi ini merupakan program kerja Diskes Kolinlamil dengan skala prioritas untuk pemeliharaan kapal perang dari serangan hama, diantaranya tikus, kecoa, lalat, laba-Laba, serta hama lainnya yang dapat merusak kelengkapan peralatan untuk pengoperasian kapal perang. Fumigasi ini juga seklaigus bertujuan membasmi keberadaan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan demam berdarah maupun jenis nyamuk Anopheles yang bisa menyebabkan penyakit malaria yang mungkin bersarang di kapal perang. Dalam pelaksanaannya, fumigasi dimulai dari penyemprotan/pengasapan dan hingga bekerjanya obat secara efektif, dibutuhkan waktu sekitar 20 sampai 24 jam dengan kondisi ruang-ruang kapal perang tertutup rapat dengan menggunakan obat jenis Methyl Bromide 98 %. Sementara untuk bagian atau daerah pojok-pojok kapal, setelah dilaksanakan fumigasi disebarkan Mephos berbentuk tablet guna memaksimalkan pemusnahan tikus, kecoa, lalat, laba-laba, dan hama lainnya untuk selanjutnya dilaksanakan pengeluaran asap yang mengandung obat tersebut dengan membuka ruang-ruang kapal dan dilaksanakan penyedot udara dengan menghidupkan blower atau penyedot udara sampai dinyatakan kondisi aman dan sehat dengan menggunakan alat pengukur kesehatan. Sementara Panglima Kolinlamil Laksda TNI Erwin S Aldedharma menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kapal perang. Sebagai tempat lingkungan prajurit bertugas, sekaligus tempat tinggal para prajurit KRI. Tentu melaksanakan fumigasi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan KRI menjadi salah satu prioritas dalam pemeliharaan lingkungan kapal perang. “Jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kapal perang kita. KRI adalah tempat bertugas dan tempat tinggal prajurit matra laut” tegas Panglima Kolinlamil. (Dispen Kolinlamil)Jakarta, 21 November 2021 ——- Satya Wira Jala Dharma. Untuk menjaga kesehatan lingkungan unsur kapal perang Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Dinas Kesehatan Kolinlamil melaksanakan swakelola fumigasi di KRI Teluk Lampung 540 yang sedang sandar di Dermaga Demak Utara, Surabaya, Sabtu (20/11).

Kegiatan swakelola fumigasi ini, dipimpin oleh perwira pengawas dari Diskes Kolinlamil Mayor Laut (K) Umar Setiadi dengan membawa sembilan orang anggota tim fumigasi dari Diskes Kolinlamil.

Fumigasi di KRI Teluk Lampung 540 ini merupakan salah satu kegiatan di triwulan IV tahun 2021 dari program kerja Diskes Kolinlamil.

Menurut Kadiskes Kolinlamil Letkol Laut (K) Slamet Rahardja pelaksanaan Fumigasi di KRI merupakan hal yang sangat penting. Fumigasi merupakan salah satu cara pengendalian hama secara kimia dengan menggunakan pestisida yang diharapkan dapat menciptakan dan meningkatkan lingkungan yang sehat di dalam kapal perang terutama bagi anak buah kapal selama melaksanakan kegiatan dan aktivitas di kapal perang dalam kegiatan operasi maupun selama di pangkalan.

Lebih lanjut, Kadiskes mengatakan bahwa fumigasi ini merupakan program kerja Diskes Kolinlamil dengan skala prioritas untuk pemeliharaan kapal perang dari serangan hama, diantaranya tikus, kecoa, lalat, laba-Laba, serta hama lainnya yang dapat merusak kelengkapan peralatan untuk pengoperasian kapal perang.

Fumigasi ini juga seklaigus bertujuan membasmi keberadaan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan demam berdarah maupun jenis nyamuk Anopheles yang bisa menyebabkan penyakit malaria yang mungkin bersarang di kapal perang.

Dalam pelaksanaannya, fumigasi dimulai dari penyemprotan/pengasapan dan hingga bekerjanya obat secara efektif, dibutuhkan waktu sekitar 20 sampai 24 jam dengan kondisi ruang-ruang kapal perang tertutup rapat dengan menggunakan obat jenis Methyl Bromide 98 %.

Sementara untuk bagian atau daerah pojok-pojok kapal, setelah dilaksanakan fumigasi disebarkan Mephos berbentuk tablet guna memaksimalkan pemusnahan tikus, kecoa, lalat, laba-laba, dan hama lainnya untuk selanjutnya dilaksanakan pengeluaran asap yang mengandung obat tersebut dengan membuka ruang-ruang kapal dan dilaksanakan penyedot udara dengan menghidupkan blower atau penyedot udara sampai dinyatakan kondisi aman dan sehat dengan menggunakan alat pengukur kesehatan.

Sementara Panglima Kolinlamil Laksda TNI Erwin S Aldedharma menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kapal perang. Sebagai tempat lingkungan prajurit bertugas, sekaligus tempat tinggal para prajurit KRI. Tentu melaksanakan fumigasi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan KRI menjadi salah satu prioritas dalam pemeliharaan lingkungan kapal perang.

“Jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kapal perang kita. KRI adalah tempat bertugas dan tempat tinggal prajurit matra laut” tegas Panglima Kolinlamil. (Dispen Kolinlamil)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized