Connect with us

Uncategorized

Kasal : Taman SSAT Akan Berikan Dampak Positif Eksistensi TNI AL

Kasal : Taman SSAT Akan Berikan Dampak Positif Eksistensi TNI AL Jakarta, 2 November 2021 — “Dengan akan dibangunnya taman yang bertemakan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) ini, akan memberikan dampak positif bagi eksistensi TNI Angkatan Laut (TNI AL) secara nasional khususnya dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai penjaga wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M., dalam acara peletakkan batu pertama pembangunan Taman SSAT di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (02/11). Taman SSAT yang rencananya akan dibangun selama 120 hari tersebut bertempat di halaman depan sisi kiri Gedung Utama Mabesal. Pada taman akan menampilkan berbagai Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL diantaranya replika KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Bung Tomo-357 dan KRI Teluk Banten-516, The Landing Craft Vehicle Personel (LCVP), serta Alutsista asli berupa pesawat udara TNI AL berjenis GAF Nomad, Helikopter Bolkow NBO-105 serta Tank Amfibi Korps Marinir tipe PT-76 dan Tank BTR-50 dengan gapura Pangkalan TNI AL sebagai simbol integrasi Gedung Neptunus yang sudah ada. Kasal menjelaskan bahwa pembangunan taman tersebut merupakan visualisasi tentang kekuatan dan kemampuan Angkatan Laut yang tidak akan pernah lepas dari SSAT dimana hal ini menjadi icon serta satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Menurut Kasal, Taman SSAT ini dapat dikembangkan di daerah-daerah di luar Mabesal, sehingga dapat memberikan edukasi kepada Satuan-satuan Angkatan Laut lainnya. “Kalau bagus bisa dicontoh Koarmada I, II, III atau mungkin di Lantamal-Lantamal di tempat yang strategis supaya kebesaran Angkatan Laut ini berkobar dimana-mana,” ujar Kasal. “Kebesaran Angkatan Laut harus kita kobarkan dimana-mana, kita tidak boleh lagi menjadi jago kandang, tidak boleh lagi hanya untuk kita sendiri, kemampuan kita harus kita kobarkan kepada masyarakat, kita eksplor untuk Negara bahwa Angkatan Laut adalah besar, Angkatan Laut adalah kuat dan jangan mau dikecil-kecilkan, Angkatan Laut harus kita buat besar dan tentunya tadi kebesarannya harus lebih dari SSAT,” tegas Laksamana Yudo Margono. Lebih lanjut Laksamana Yudo berharap bahwa taman SSAT harus bisa menjadi saksi sejarah di masa yang akan datang bahwa sejak saat ini kita telah berupaya membangun kekuatan Angkatan Laut dan senantiasa berharap bahwa dibangunnya taman ini akan menjadi pendorong dan penggugah semangat bagi generasi muda mendatang, bahwa di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kejayaan. Sebelumnya, Kepala Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksma TNI Supardi, S.E.,M.B.A, CHRMP., dalam laporan kesiapan pembangunan kepada Kasal, menyampaikan bahwa pembangunan Taman SSAT mengambil konsep landscape yang memadukan berbagai unsur visual alam, dikemas secara estetika dan dinamis sehingga dapat mempresentasikan SSAT, serta terdapat tembok yang menggambarkan background cakrawala lautan. Selain itu, taman akan dibangun di atas tanah seluas 3850 meter persegi tersebut akan dilengkapi dengan jogging track sepanjang ± 200 m. Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.Jakarta, 2 November 2021 — “Dengan akan dibangunnya taman yang bertemakan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) ini, akan memberikan dampak positif bagi eksistensi TNI Angkatan Laut (TNI AL) secara nasional khususnya dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai penjaga wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M., dalam acara peletakkan batu pertama pembangunan Taman SSAT di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (02/11).

Taman SSAT yang rencananya akan dibangun selama 120 hari tersebut bertempat di halaman depan sisi kiri Gedung Utama Mabesal. Pada taman akan menampilkan berbagai Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL diantaranya replika KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Bung Tomo-357 dan KRI Teluk Banten-516, The Landing Craft Vehicle Personel (LCVP), serta Alutsista asli berupa pesawat udara TNI AL berjenis GAF Nomad, Helikopter Bolkow NBO-105 serta Tank Amfibi Korps Marinir tipe PT-76 dan Tank BTR-50 dengan gapura Pangkalan TNI AL sebagai simbol integrasi Gedung Neptunus yang sudah ada.

Kasal menjelaskan bahwa pembangunan taman tersebut merupakan visualisasi tentang kekuatan dan kemampuan Angkatan Laut yang tidak akan pernah lepas dari SSAT dimana hal ini menjadi icon serta satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Menurut Kasal, Taman SSAT ini dapat dikembangkan di daerah-daerah di luar Mabesal, sehingga dapat memberikan edukasi kepada Satuan-satuan Angkatan Laut lainnya. “Kalau bagus bisa dicontoh Koarmada I, II, III atau mungkin di Lantamal-Lantamal di tempat yang strategis supaya kebesaran Angkatan Laut ini berkobar dimana-mana,” ujar Kasal.

“Kebesaran Angkatan Laut harus kita kobarkan dimana-mana, kita tidak boleh lagi menjadi jago kandang, tidak boleh lagi hanya untuk kita sendiri, kemampuan kita harus kita kobarkan kepada masyarakat, kita eksplor untuk Negara bahwa Angkatan Laut adalah besar, Angkatan Laut adalah kuat dan jangan mau dikecil-kecilkan, Angkatan Laut harus kita buat besar dan tentunya tadi kebesarannya harus lebih dari SSAT,” tegas Laksamana Yudo Margono.

Lebih lanjut Laksamana Yudo berharap bahwa taman SSAT harus bisa menjadi saksi sejarah di masa yang akan datang bahwa sejak saat ini kita telah berupaya membangun kekuatan Angkatan Laut dan senantiasa berharap bahwa dibangunnya taman ini akan menjadi pendorong dan penggugah semangat bagi generasi muda mendatang, bahwa di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kejayaan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksma TNI Supardi, S.E.,M.B.A, CHRMP., dalam laporan kesiapan pembangunan kepada Kasal, menyampaikan bahwa pembangunan Taman SSAT mengambil konsep landscape yang memadukan berbagai unsur visual alam, dikemas secara estetika dan dinamis sehingga dapat mempresentasikan SSAT, serta terdapat tembok yang menggambarkan background cakrawala lautan. Selain itu, taman akan dibangun di atas tanah seluas 3850 meter persegi tersebut akan dilengkapi dengan jogging track sepanjang ± 200 m.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized