Connect with us

Uncategorized

Promovenda Isti Nurhayati Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Dari Universitas Islam Jakarta

Promovenda Isti Nurhayati Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Dari Universitas Islam Jakarta Setelah mengikuti ujian di depan para Profesor dari Senat Universitas Islam Jakarta (UID), diantaranya Prof. Dr. Ir Raihan, M.Si, Prof Dede Rosyada, MA, Prof Dr. Marhamah, M.Pd, Prof. Dr Bedjo Suyanto, M.Pd. Prof. Dr Dedi Djubaedi, MA, dan Dr H Sutardjo Atmowidjoyo, M.Pd, akhirnya Promovenda Isti Nurhayati di nyatakan lulus, serta memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta, sebagai lulusan Program Doktor PAI UID yang ke 21. Dalam Desertasinya yang mengambil tema Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam, Di SMA Muhammadiyah Jakarta, Promovenda Isti Nurhayati memaparkan, bahwa Kompetensi Pedagogik adalah Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Pengembangan kompetensi pedagogik guru PAI adalah suatu kemampuan yang harus dikuasai guru PAI dalam hal pengelolaan pembelajaran peserta didik. Kemampuan ini harus selalu dikembangkan, baik yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam merekrut calon guru, maupun pengembangan yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan atau bahkan pengembangan yang dilakukan oleh pihak lain seperti oleh pemerintah atau masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisa perkembangan kompetensi pedagogik guru PAI di SMA Muhammadiyah Jakarta, dengan menganalisa mutu kompetensi pedagogik guru PAI, model evaluasi berbasis logik yang semuanya mengorientasikan pada kompetensi pedagogi guru PAI. Sehingga terbentuknya guru yang professional dalam kemampuan mengajar, baik dalam hal pengalaman dan pengamalan guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis yang mensyaratkan analisis dan kritis. Penelitian menjelaskan studi fenomena yang menggambarkan fakta pengembangan kompetensi pedagogik guru PAI di SMA Muhammadiyah Jakarta, dan penelitian ini berpeluang untuk mendalami persoalan berdasarkan temuan yang didapat dan memberikan nilai pengembangan dan perubahan serta mutunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Kompetensi pedagogik guru PAI di SMA Muhammadiyah Jakarta menunjukkan perkembangan yang cukup positif, namun tidak luput dari berbagai tantangan yang dihadapinya, baik internal, eksternal dan perkembangan lainnya. Pengembangan guru PAI SMA Muhammadiyah mempunyai kemampuan dalam keagamaan, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, dakwah, akhlak, dan agidah. Dalam mendukung kompetensi pedagogik guru PAI dibutuhkan keahlian dalam pemanfaatan ICT yaitu informasi computer dan teknologi. Dimana zaman sekarang pemanfaatan teknologi sangat tinggi. Evaluasi program berbasis model logik menjadi alternatif model evaluasi yang lebih menekankan pada keakuratan dalam penyusunan program pendidikan dan implementasinya. Dengan harapan dapat menjadi salah satu ikhtiar dalam memaksimalkan proses evaluasi untuk mengetahui secara jelas sejauh mana tindakan, progress, dan hasil dari setiap program yang dilakukan. Promovenda Isti Nurhayati berharap para Guru Pendidikan Agama Islam untuk terus meningkatkan kompetensinya, dengan pelatihan-pelatihan, tutorial, Seminar untuk meningkatkan kompetensi pedagogiknya, karena pendidikan di Indonesia kerap kali terjadi perubahan kurikulum, belum lagi adanya kemajuan atau perkembangan teknologi saat ini, sehingga menuntut para guru harus pro aktif meningkatkan kompetensi pedagogiknya, pintanya. Ketua Tim Penguji yang juga Ka Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dede Rosyada, MA, disela Pengujian Program Doktor tersebut menjelaskan, bahwa penelitian yang dilakukan Promovenda Isti Nurhayati ini sangat menarik atas penelitian Pedagogik Guru, karena Guru yang saat ini mengajar adalah lulusan tahun 2005 sampai 2010, dan di ajar oleh Dosen tamatan tahun 80an bahkan 70an, pedagogiknya behaviorisme kognitivisme atau aliran kedawing, sementara Undang-Undang Penyelenggaraan Pendidikan no.20 tahun 2003, arahnya pada konstuktivisme, jadi mereka mendapat pengajaran yang behaviorisme namun harus bekerja dengan konstuktivisme, dan mereka kuliahnya belum punya, maka perlu pelatihan, jadi Promovenda Isti Nurhayati telah berhasil mengungkap perlunya kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan para guru, dengan memperbanyak seminar, pelatihan dan tutorial, sehingga diharapkan hasil pembelajaran kepada siswa nantinya Peserta didik bukan saja pintar tetapi juga kreatif, ungkapnya. (Nrl).Setelah mengikuti ujian di depan para Profesor dari Senat Universitas Islam Jakarta (UID), diantaranya Prof. Dr. Ir Raihan, M.Si, Prof Dede Rosyada, MA, Prof Dr. Marhamah, M.Pd, Prof. Dr Bedjo Suyanto, M.Pd. Prof. Dr Dedi Djubaedi, MA, dan Dr H Sutardjo Atmowidjoyo, M.Pd, akhirnya Promovenda Isti Nurhayati di nyatakan lulus, serta memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta, sebagai lulusan Program Doktor PAI UID yang ke 21.

Dalam Desertasinya yang mengambil tema Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam, Di SMA Muhammadiyah Jakarta, Promovenda Isti Nurhayati memaparkan, bahwa Kompetensi Pedagogik adalah Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Pengembangan kompetensi pedagogik guru PAI adalah suatu kemampuan yang harus dikuasai guru PAI dalam hal pengelolaan pembelajaran peserta didik. Kemampuan ini harus selalu dikembangkan, baik yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam merekrut calon guru, maupun pengembangan yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan atau bahkan pengembangan yang dilakukan oleh pihak lain seperti oleh pemerintah atau masyarakat.

Penelitian ini bertujuan menganalisa perkembangan kompetensi pedagogik guru PAI di SMA Muhammadiyah Jakarta, dengan menganalisa mutu kompetensi pedagogik guru PAI, model evaluasi berbasis logik yang semuanya mengorientasikan pada kompetensi pedagogi guru PAI. Sehingga terbentuknya guru yang professional dalam kemampuan mengajar, baik dalam hal pengalaman dan pengamalan guru PAI.

Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis yang mensyaratkan analisis dan kritis. Penelitian menjelaskan studi fenomena yang menggambarkan fakta pengembangan kompetensi pedagogik guru PAI di SMA Muhammadiyah Jakarta, dan penelitian ini berpeluang untuk mendalami persoalan berdasarkan temuan yang didapat dan memberikan nilai pengembangan dan perubahan serta mutunya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan Kompetensi pedagogik guru PAI di SMA Muhammadiyah Jakarta menunjukkan perkembangan yang cukup positif, namun tidak luput dari berbagai tantangan yang dihadapinya, baik internal, eksternal dan perkembangan lainnya. Pengembangan guru PAI SMA Muhammadiyah mempunyai kemampuan dalam keagamaan, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, dakwah, akhlak, dan agidah. Dalam mendukung kompetensi pedagogik guru PAI dibutuhkan keahlian dalam pemanfaatan ICT yaitu informasi computer dan teknologi. Dimana zaman sekarang pemanfaatan teknologi sangat tinggi.

Evaluasi program berbasis model logik menjadi alternatif model evaluasi yang lebih menekankan pada keakuratan dalam penyusunan program pendidikan dan implementasinya. Dengan harapan dapat menjadi salah satu ikhtiar dalam memaksimalkan proses evaluasi untuk mengetahui secara jelas sejauh mana tindakan, progress, dan hasil dari setiap program yang dilakukan.

Promovenda Isti Nurhayati berharap para Guru Pendidikan Agama Islam untuk terus meningkatkan kompetensinya, dengan pelatihan-pelatihan, tutorial, Seminar untuk meningkatkan kompetensi pedagogiknya, karena pendidikan di Indonesia kerap kali terjadi perubahan kurikulum, belum lagi adanya kemajuan atau perkembangan teknologi saat ini, sehingga menuntut para guru harus pro aktif meningkatkan kompetensi pedagogiknya, pintanya.

Ketua Tim Penguji yang juga Ka Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dede Rosyada, MA, disela Pengujian Program Doktor tersebut menjelaskan, bahwa penelitian yang dilakukan Promovenda Isti Nurhayati ini sangat menarik atas penelitian Pedagogik Guru, karena Guru yang saat ini mengajar adalah lulusan tahun 2005 sampai 2010, dan di ajar oleh Dosen tamatan tahun 80an bahkan 70an, pedagogiknya behaviorisme kognitivisme atau aliran kedawing, sementara Undang-Undang Penyelenggaraan Pendidikan no.20 tahun 2003, arahnya pada konstuktivisme, jadi mereka mendapat pengajaran yang behaviorisme namun harus bekerja dengan konstuktivisme, dan mereka kuliahnya belum punya, maka perlu pelatihan, jadi Promovenda Isti Nurhayati telah berhasil mengungkap perlunya kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan para guru, dengan memperbanyak seminar, pelatihan dan tutorial, sehingga diharapkan hasil pembelajaran kepada siswa nantinya Peserta didik bukan saja pintar tetapi juga kreatif, ungkapnya. (Nrl).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized