Connect with us

Uncategorized

Siapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, APTISI Wilayah III DKI Jakarta, Gelar Lokakarya Nasional

Siapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, APTISI Wilayah III DKI Jakarta, Gelar Lokakarya Nasional Dalam upaya mendukung kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Iptek dan Perguruan Tinggi, dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pada Rabu 24 November 2021, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III DKI Jakarta menyelenggarakan lokakarya nasional dengan mengangkat tema “IMPLEMENTASI KURIKULUM DI PERGURUAN TINGGI DALAM PROGRAM MBKM” dengan menghadirkan para narasumber Diantaranya Dr. Ir. Hardijanto Saroso, MMT. MM (Binus University), Assoc. Prof. Dr. Freddy Harris, SH., LLM., ACCS ( Universitas Esa Unggul ) Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Sekretaris APTISI Wilayah III DKI Jakarta) Ir. Cahyono, MM ( Universitas Islam Jakarta ) dengan dipandu oleh moderator dan MC . Dr. Goenawan Brotosaputro, S.Kom., M.Sc . dan Siti Syara. Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si Sekretaris APTISI Wilayah III DKI Jakarta, dalam sambutannya mengaku bersyukur dimana Lokakarya hari ini dihadiri secara zoom lebih dari 350 peserta dari 25 Provinsi, untuk saling berbagi program dalam menyambut Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, Dimana untuk merubah kurikulum membutuhkan landasan dasar dan indentitas program studi serta landasan kurikulum, yang dihadului dengan evaluasi Kurikulum lama, dalam pencapaian program studi. Lokakarya ini diharapkan bisa memberikan gambaran sebarapa besar yang harus dilakukan, dan bagaimana mengimplementasikan kurikulumm pada program studi tersebut, hari ini kita membahas Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, dari prodi Manajemen, Hukum dan Teknik Industri, semoga pembicara bisa memberikan pencerahan secara komprehensif, dan APTISI DKI Jakarta akan selalu Meggadakan kegiagan program dalam rangka menguatkan program Perguruan Tinggi khususnya di DKI Jakarta dan diharapkan bisa memberikam manfaat bagia perguruan tinggi khususnya di DKI Jakarta, pinta Prof Raihan. Dr. Ir. Hardijanto Saroso, MMT. MM (Binus University) yang juga praktisi Media Televisi, menegaskan bahwa dalam membentuk lulusan Binus University memilki kekhasan keilmuan, dan didalam pengembangan kurikulum di tekankan pada learning obyektif, dengan konsep catur darma, dengan pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengembangan diri mahasiswa, khususnya teknik teknologi melalui pengayaan dosen maupun mahasiswa dalam proses pengendali mutu, dengan evaluasi yang ketat. Dalam mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka, disamping itu telah juga dilakukan pengembangan di luar prodi, bahkan di luar Binus, sehingga manfaat antara prodi memiliki satu kekhasan memperkaya ilmu maupun potensi mahasiswa, dan peminatan diupayakan mahasiswa memiliki kemampuan dalam menyerap peminatan tersebut, dan untuk semester 4 dan 5 fokus pada peminatan, kita juga membuka kesempatan mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi, kita membuka peluang mahasiswa untuk memilih prodi di dalam maupun luar negeri, dengan tukar menukar mahasiswa, bahkan mahasiswa bisa memilih prodi yang tidak ada di kami, juga bisa memilih magang kerja, kita punya 125.000 alumni yang turut mendukung program magang kerja maupun risert, kami terus bekerjasama dengan alumni, papar Dr. Hardijanto Saroso. Prof. Dr. Freddy Harris, SH., LLM., ACCS ( Universitas Esa Unggul ) juga menekankan akan perlunya perubahan kurikulum karena sudah lebih dari 20 tahun, dan ini menjadi tantangan agar pendidikan tinggi kita bisa bersaing di banyak negara, karena kita di Fakultas hukum mungkin tidak begitu besar berdampak dalam program MBKM, dimana Universitas Esa Unggul dalam fakultas hukum akan lebih menekankan pada Hukum Bisnis. Di era saat ini kasus-kasus telah banyak berubah, hanya materi kuliah masih pakai materi lama, padahal pertumbuhan ekonomi sudah sangat tinggi, seperti Ciber Low, ini membutuhkan kolaborasi dengan fakultas lain, ini persoalan kita bersama, maka perlu perubahan yang spektakuler, tidak boleh ada arogansi keilmuan, kita juga harus melihat pasar, jangan melihat ke ilmuan 30 tahun lalu, dan saya yakin kurikulum MBKM ini mampu menjawab kebutuhan pasar, tegas Prof. Freddy Harris. Ir. Cahyono, MM ( Universitas Islam Jakarta ) dalam membedah kurukulum Teknik Industri juga menekankan akan keunggulan dengan penambahan kurikulum dengan menambahkan landasar filosofi, sosiologis, hukum dan historis, dan mengacu pada pencapaian indicator kinerja Kurikulum, dan kita terus melakukan evaluasi lulusan, seberapa besar lulusan bekerja dan jenis pekerjaan maupun bidang yang digeluti saat ini, termasuk jabatan lulusan, ini sangat perlu kita evaluasi yang berhubungan dengan industry. Dalam pengembangan capaian pembelajaran lulusan, juga melibatkan dunia usaha dan konsorsium sesuai bidang keilmuan serta pekerjaan, dalam menyusun kurikulum juga melihat bahan kajian dalam menentukan bobot mata kuliah, semua disusun oleh Tim Pengembang Prodi, ungkapnya. (Red).Dalam upaya mendukung kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Iptek dan Perguruan Tinggi, dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pada Rabu 24 November 2021, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah III DKI Jakarta menyelenggarakan lokakarya nasional dengan mengangkat tema “IMPLEMENTASI KURIKULUM DI PERGURUAN TINGGI DALAM PROGRAM MBKM” dengan menghadirkan para narasumber Diantaranya Dr. Ir. Hardijanto Saroso, MMT. MM (Binus University), Assoc. Prof. Dr. Freddy Harris, SH., LLM., ACCS ( Universitas Esa Unggul ) Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Sekretaris APTISI Wilayah III DKI Jakarta) Ir. Cahyono, MM ( Universitas Islam Jakarta ) dengan dipandu oleh moderator dan MC . Dr. Goenawan Brotosaputro, S.Kom., M.Sc . dan Siti Syara.

Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si Sekretaris APTISI Wilayah III DKI Jakarta, dalam sambutannya mengaku bersyukur dimana Lokakarya hari ini dihadiri secara zoom lebih dari 350 peserta dari 25 Provinsi, untuk saling berbagi program dalam menyambut Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, Dimana untuk merubah kurikulum membutuhkan landasan dasar dan indentitas program studi serta landasan kurikulum, yang dihadului dengan evaluasi Kurikulum lama, dalam pencapaian program studi.

Lokakarya ini diharapkan bisa memberikan gambaran sebarapa besar yang harus dilakukan, dan bagaimana mengimplementasikan kurikulumm pada program studi tersebut, hari ini kita membahas Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, dari prodi Manajemen, Hukum dan Teknik Industri, semoga pembicara bisa memberikan pencerahan secara komprehensif, dan APTISI DKI Jakarta akan selalu Meggadakan kegiagan program dalam rangka menguatkan program Perguruan Tinggi khususnya di DKI Jakarta dan diharapkan bisa memberikam manfaat bagia perguruan tinggi khususnya di DKI Jakarta, pinta Prof Raihan.

Dr. Ir. Hardijanto Saroso, MMT. MM (Binus University) yang juga praktisi Media Televisi, menegaskan bahwa dalam membentuk lulusan Binus University memilki kekhasan keilmuan, dan didalam pengembangan kurikulum di tekankan pada learning obyektif, dengan konsep catur darma, dengan pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengembangan diri mahasiswa, khususnya teknik teknologi melalui pengayaan dosen maupun mahasiswa dalam proses pengendali mutu, dengan evaluasi yang ketat.

Dalam mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka, disamping itu telah juga dilakukan pengembangan di luar prodi, bahkan di luar Binus, sehingga manfaat antara prodi memiliki satu kekhasan memperkaya ilmu maupun potensi mahasiswa, dan peminatan diupayakan mahasiswa memiliki kemampuan dalam menyerap peminatan tersebut, dan untuk semester 4 dan 5 fokus pada peminatan, kita juga membuka kesempatan mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi, kita membuka peluang mahasiswa untuk memilih prodi di dalam maupun luar negeri, dengan tukar menukar mahasiswa, bahkan mahasiswa bisa memilih prodi yang tidak ada di kami, juga bisa memilih magang kerja, kita punya 125.000 alumni yang turut mendukung program magang kerja maupun risert, kami terus bekerjasama dengan alumni, papar Dr. Hardijanto Saroso.

Prof. Dr. Freddy Harris, SH., LLM., ACCS ( Universitas Esa Unggul ) juga menekankan akan perlunya perubahan kurikulum karena sudah lebih dari 20 tahun, dan ini menjadi tantangan agar pendidikan tinggi kita bisa bersaing di banyak negara, karena kita di Fakultas hukum mungkin tidak begitu besar berdampak dalam program MBKM, dimana Universitas Esa Unggul dalam fakultas hukum akan lebih menekankan pada Hukum Bisnis.

Di era saat ini kasus-kasus telah banyak berubah, hanya materi kuliah masih pakai materi lama, padahal pertumbuhan ekonomi sudah sangat tinggi, seperti Ciber Low, ini membutuhkan kolaborasi dengan fakultas lain, ini persoalan kita bersama, maka perlu perubahan yang spektakuler, tidak boleh ada arogansi keilmuan, kita juga harus melihat pasar, jangan melihat ke ilmuan 30 tahun lalu, dan saya yakin kurikulum MBKM ini mampu menjawab kebutuhan pasar, tegas Prof. Freddy Harris.

Ir. Cahyono, MM ( Universitas Islam Jakarta ) dalam membedah kurukulum Teknik Industri juga menekankan akan keunggulan dengan penambahan kurikulum dengan menambahkan landasar filosofi, sosiologis, hukum dan historis, dan mengacu pada pencapaian indicator kinerja Kurikulum, dan kita terus melakukan evaluasi lulusan, seberapa besar lulusan bekerja dan jenis pekerjaan maupun bidang yang digeluti saat ini, termasuk jabatan lulusan, ini sangat perlu kita evaluasi yang berhubungan dengan industry.

Dalam pengembangan capaian pembelajaran lulusan, juga melibatkan dunia usaha dan konsorsium sesuai bidang keilmuan serta pekerjaan, dalam menyusun kurikulum juga melihat bahan kajian dalam menentukan bobot mata kuliah, semua disusun oleh Tim Pengembang Prodi, ungkapnya. (Red).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized