Connect with us

Nasional

ASPIRASI APTISI WILAYAH 3 DKI JAKARTA MENYKAPI ISSUE YANG BERKEMBANG TENTANG PENDIDIKAN TINGGI

Beberapa masalah Pendidikan tinggi yang berkembang saat Ini tentunya menjadi perhatian kalangan pendidik, permerhati Pendidikan dan pengelola Pendidikan serta asosiasi2 yang bergerak dibidang Pendidikan khususnya prndidikan Tinggi, menurut Ketua APTISI Wilayah III Jakarta, Prof Raihan menegaskan, tentunya dengan perubahan dan perkembangan peraturan dan perundang undangan perlunya kesiapan dan masa transisi serta sinkronisasi dalam berbagai hal.

Pertama masalah Perubahan yang terlalu cepat dari proses akreditasi (reakreditasi) dari BAN PT ke beberapa LAM PT perlu masa transisi selama minimal 1 tahun oleh karenanya perlu atternatif dalam penanganan Ini hal Ini dikarenakan Tidak semua Prodi Mampu membayar biaya LAM jika jumlah mahasiswanya minimalis.

Beberapa saran sebagai solusi misalnya diberikan masa transisi perlaihan Akreditasi Prodi dalam minimal 1 tahun tetap dilakukan oleh BAN PT secara otomatis, sedangkan yang sudah melakukan re akreditasi ke LAM PT tetap berjalan sehingga dalam 1 tahun LAM PT juga dapat dievaluasi dlm kemampuan waktu dan tatacara akreditasi.

Penerimaah Mahasiswa baru di PTN dengan berbagai jalur mempunyai multiplier efek tidak saja kepada penerimaan mahasiswa baru di PTS tetapi se akanakan menjadi ladang bisnis perguruan tinggi serta memberikan peluang ekses negative pada Pengelola ( pimp PT) untuk menerima uang diluar system pada Perguruan tingginya.

. Adanya Ujian Kompetensi khususnya bagi PTS di daetah dan sebagaian PTS di DKI Jakarta terasa memberatkan sebaiknya dikembalikan kepada UU Nomor 12 tahun 2012

Dengan adanya KIP yang disalurkan hendaknya porsi PTS diberikan lebih banyak dikarenakan Jumlah mahasiswa pada PTS jauh lebih besar dari PTN.

Adanya RUU SISDIKNAS tahun 2022, perlu melibatkan seluas luasnya Asosiasi2, pemerhati Pendidikan ( Masyarakat) yang bergerak di pendidikan seperti APTISI serta organisasi lainnya secara intensif agar terdapat konsistenisasi terhadap komitmen pemerintah yg lalu serta memperhatikan undang undang dan peraturan yang terkait agar hal hal yang selama Ini telah dilaksanakan dengan baik serta dapat meningkatkan kualitas Pendidikan tetap terjaga dan dapat diakomodir pada UU Sisdiknas 2022, ungkap Prof
Raihan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional