Connect with us

Nasional

Cegah Abrasi dan Tingkatan Hasil Laut, UID Didukung Kemenko PMK dan FRI Kembali Tanam Mangrove di Pulau Untung Jawa

Keberadaan hutan mangrove dapat berfungsi dalam pencegahan abrasi, perlindungan terhadap angin dan ombak, penyimpanan cadangan karbon, serta penghasil unsur hara. Hutan mangrove juga berperan sebagai tempat bertelur dan asuhan biota, tempat bersarang burung, maupun habitat biota laut lainnya. Selain itu, hutan mangrove dapat berfungsi sebagai sumber kayu, hasil perikanan, bahan obat-obatan, dan objek wisata. Dan bersyukur Universitas Islam Jakarta kembali mendapat amanah dari Kementerian Koordinator Bidang Pembanguan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Forum Rektor Indonesia (FRI), kembali menyelenggarakan program GNRM berupa penanaman pohon mangrove.

Kalau pada tahun 2021 lalu melakukan penanaman Mangrove di Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. dengan jumlah mangrove yang ditanam adalah 1.000 pohon, jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizopora mucronata. Dan pada Sabtu 17 September 2022 kembali dipercaya dan mendapat amanah dari Kementerian koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan PMK dan Forum Rektor Indonesia FRI untuk berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental GNRM menanam Mangrove di areal tanam di Pesisir Utara Pulau Untung Jawa, khususnya di RT 1/RW.3 Kelurahan Untung Jawa, sekitar 200 meter persegi, hal tersebut diungkapkan Ketua Tim GNRM Universitas Islam Jakarta, Dr.Ir. Untung, SP. MT.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa kegiatan kali ini, pihaknya melibatkan 10 Mahasiswa dan Dosen UID, Sebelum penanaman, telah dilakukan kajian dan konsultasi dengan pakar penanam mangrove ,tim GNRM UID, sehingga tim memutuskan untuk menggunakan metode rumpun dalam penanaman pohon mangrove tersebut. Untuk tim GNRM UID, telah memasang papan rumpun mangrove dengan ukuran panjang 2,0 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 0,5 meter. Papan tersebut berfungsi mencegah pohon mangrove yang baru ditanam dari terpaan ombak dan sampah. Tambah ketua Tim GNRM UID, Dr.Ir. Untung, SP. MT. kepada para wartawan.

Bahwa dari pemasangan papan rumpun mangrove ini, pohon mangrove peluang hidup yang baru ditanam akan menjadi tinggi. karena pohon mangrove sebuah sistem suatu ekosistem yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di pesisir, baik dari aspek lingkungan maupun aspek Ekonomi dan sosial. Da kami bersyukur kembali mendapat amanah ini dari Kementerian PMK dan Forum Rektor Indonesia, dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat sipil terhadap ekonomi biru.

Dimana ekonomi biru pada dasarnya kegiatan ekonomi yang berbasis lautan serta dengan melestarikan lingkungan, dan kegiatan ekonomi bisa berlangsung secara berkelanjutan untuk generasi sekarang maupun yang akan datang. Dan kita juga meminta pada Masyarakat sekitar pesisir dan masyarakat umum, agar bisa menjaga lingkungan, supaya Jakarta khususnya di pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu jangan sampai kena abrasi, ungkapnya.

Sementara Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan juga menambahkan, bahwa dengan keterlibatan UID dalam GNRM khususnya kegiatan menanam pohon mangrove di pesisir pulau Untung Jawa, sebagai hasil kerjasama tiga komponen yaitu Kementerian PMK, Forum Rektor Indonesia dan Universitas Islam Jakarta ini, UID dapat turutserta menyelamatkan lingkungan pesisir Pulau Untung Jawa dari ancaman Abrasi,dan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi yang dipimpinnya , pasalnya keberhasilan yang pertama dilakukan oleh UID mencapai 90 persen.

Apa yang dilakukan tahap pertama tahun sebelumnya sangat rasakan masyarakat Kepulauan Seribu, dimna seribu pohon Mangrove dapat tumbuh dengan baik, dan ekosistem juga tumbuh disekitar Mangrove itu, dengan seribu pohon akan bertambah sesuai dengan perkembangan ekosistem yang ada di sekitar pesisir, sehingga semakin hari semakin banyak tumbuh habitat biota laut serta burung-burung yang hidup dan berkembang di tanaman Mangrove, serta dapat meminimalisir abrasi di daerah pesisir pulau Untung Jawa tersebut, papar Prof Raihan. (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional