Connect with us

Uncategorized

Gelar Diklat Pelatih Nasional Khusus Bersama Kemenpora, PBTI: Penting Membangun Kesamaan Persepsi dan Orientasi

Gelar Diklat Pelatih Nasional Khusus Bersama Kemenpora, PBTI: Penting Membangun Kesamaan Persepsi dan Orientasi BALI – Kesamaan persepsi dan orientasi menjadi dua kata kunci dalam meningkatkan kualitas olahraga Taekwondo di Indonesia, baik dari segi prestasi dan regenerasi atlet. Untuk itu, penting menggelar wadah pendidikan dan latihan bagi para pelatih Taekwondo. Ini dikatakan oleh Kepala Bidang Pendidikan, Latihan dan Pengembangan (Diklatbang) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Dr. Fahmy Fachrezzy, M.Pd di sela-sela pelaksanaan Diklat Pelatih Nasional Khusus 2021 yang digelar pada 29 November hingga 5 Desember mendatang di Bali. “Diklat pelatih kali ini penting ditengah kita sedang berupaya membangun kesamaan persepsi dan orientasi bagaimana mendapatkan, menjaring dan menyeleksi para atlet potensial yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya Rabu 1 Desember. Lebih jauh diterangkan olehnya, standarisasi dan parameter kepelatihan yang diterima pelatih sebagai bekal dalam Diklat kali ini, bisa menjadi instrumen penting dalam meraih capaian hasil maksimal di kemudian hari. “Sebab, tangan pelatih yang bersentuhan langsung dengan proses pembinaan dan pengembangan prestasi atlet. Targetnya tentu bukan hari ini, tapi nanti, namun semua bisa dimulai dengan ukuran yang pasti,” tandasnya mengenai event yang digelar bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ini. Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kemenpora RI Dr. Herman Chaniago, M.M yang membuka secara resmi kegiatan ini menekankan, pentingnya para pelatih dalam membangun mindset dan orientasi untuk menjadikan atlet binaannya berprestasi sesuai dengan parameter program kepelatihannya yang berbasis sport science. “Dengan pendekatan technical skill yang baik dan dibarengi dengan pengetahuan kepelatihan yang komprehensif, saya optimis Desain Besar Olahraga Nasional sebagai misi besar pemerintah guna menjaring dan mendapatkan atlet berbakat dan berprestasi untuk mewakili Indonesia di event internasional akan dapat tercapai. Dan Taekwondo sebagai salah satu cabor, semoga menjadi cabor unggulan yang nantinya terus bisa menjadi andalan bagi Indonesia di event Internasional,” terang Herman. Untuk diketahui, kegiatan yang diikuti oleh 36 peserta dari berbagai Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia di seluruh Tanah Air ini, difokuskan pada upaya pengembangan skill kepelatihan dan pengetahuan para pelatih yang berkaitan langsung dengan tata kelola pembinaan, pengembangan dan prestasi atlet. Dalam kegiatan kepelatihan ini, selain materi technical & phisical training, peserta juga diberikan materi tentang strategi dalam mempersiapkan atlet jelang dan pada saat pertandingan, materi tentang aturan pertandingan (competition rule), mental training, penanganan cidera atlet, hingga etika pelatih dan materi tentang manajemen pertandingan. Adapun narasumber dalam kegiatan Diklat kali ini yakni, GM.Ir.M.Anthony Siregar, SH, M.Kn; Dr. Fahmy Fachrezzy, M.Pd; GM.Ina Febriana Sari, BBA; GM.Ir.Tb. Indra Mulia Zoehri; Irwan Nugraha Kurnia, S.T,.M.M; Mukhlis Ba’alwy, S.Pt.; Prof. Dr. Sofyan Hanif, M.Pd.; Dr. I Wayan M, A. Md, S.Pd., M.Or sertaDr. dr. Made Budiawan, S.Ked., M. Kes., AIFO.BALI – Kesamaan persepsi dan orientasi menjadi dua kata kunci dalam meningkatkan kualitas olahraga Taekwondo di Indonesia, baik dari segi prestasi dan regenerasi atlet.

Untuk itu, penting menggelar wadah pendidikan dan latihan bagi para pelatih Taekwondo. Ini dikatakan oleh Kepala Bidang Pendidikan, Latihan dan Pengembangan (Diklatbang) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Dr. Fahmy Fachrezzy, M.Pd di sela-sela pelaksanaan Diklat Pelatih Nasional Khusus 2021 yang digelar pada 29 November hingga 5 Desember mendatang di Bali.

“Diklat pelatih kali ini penting ditengah kita sedang berupaya membangun kesamaan persepsi dan orientasi bagaimana mendapatkan, menjaring dan menyeleksi para atlet potensial yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya Rabu 1 Desember.

Lebih jauh diterangkan olehnya, standarisasi dan parameter kepelatihan yang diterima pelatih sebagai bekal dalam Diklat kali ini, bisa menjadi instrumen penting dalam meraih capaian hasil maksimal di kemudian hari.

“Sebab, tangan pelatih yang bersentuhan langsung dengan proses pembinaan dan pengembangan prestasi atlet. Targetnya tentu bukan hari ini, tapi nanti, namun semua bisa dimulai dengan ukuran yang pasti,” tandasnya mengenai event yang digelar bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ini.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kemenpora RI Dr. Herman Chaniago, M.M yang membuka secara resmi kegiatan ini menekankan, pentingnya para pelatih dalam membangun mindset dan orientasi untuk menjadikan atlet binaannya berprestasi sesuai dengan parameter program kepelatihannya yang berbasis sport science.

“Dengan pendekatan technical skill yang baik dan dibarengi dengan pengetahuan kepelatihan yang komprehensif, saya optimis Desain Besar Olahraga Nasional sebagai misi besar pemerintah guna menjaring dan mendapatkan atlet berbakat dan berprestasi untuk mewakili Indonesia di event internasional akan dapat tercapai. Dan Taekwondo sebagai salah satu cabor, semoga menjadi cabor unggulan yang nantinya terus bisa menjadi andalan bagi Indonesia di event Internasional,” terang Herman.

Untuk diketahui, kegiatan yang diikuti oleh 36 peserta dari berbagai Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia di seluruh Tanah Air ini, difokuskan pada upaya pengembangan skill kepelatihan dan pengetahuan para pelatih yang berkaitan langsung dengan tata kelola pembinaan, pengembangan dan prestasi atlet.

Dalam kegiatan kepelatihan ini, selain materi technical & phisical training, peserta juga diberikan materi tentang strategi dalam mempersiapkan atlet jelang dan pada saat pertandingan, materi tentang aturan pertandingan (competition rule), mental training, penanganan cidera atlet, hingga etika pelatih dan materi tentang manajemen pertandingan.

Adapun narasumber dalam kegiatan Diklat kali ini yakni, GM.Ir.M.Anthony Siregar, SH, M.Kn; Dr. Fahmy Fachrezzy, M.Pd; GM.Ina Febriana Sari, BBA; GM.Ir.Tb. Indra Mulia Zoehri; Irwan Nugraha Kurnia, S.T,.M.M; Mukhlis Ba’alwy, S.Pt.; Prof. Dr. Sofyan Hanif, M.Pd.; Dr. I Wayan M, A. Md, S.Pd., M.Or sertaDr. dr. Made Budiawan, S.Ked., M. Kes., AIFO.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized