Connect with us

Uncategorized

Peringati Sumpah Pemuda, DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur Gelar Sarasehan Kepemudaan

Peringati Sumpah Pemuda, DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur Gelar Sarasehan Kepemudaan Bertempat di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jakarta Timur menggelar Sarasehan Kepemudaan, kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan menyongsong Hari Pahlawan tersebut mengambil tema “Kepeloporan Kepahlawanan Pemuda Menembus Tantangan zaman now !”, hadir dalam acara tersebut Ketua Bidang Kepemudaan DPP PDI Perjuangan, Eriko, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Wardana. Kepala Museum Juang, Ketua DPC PDIP Jaktim Rio Sambodo, Ketua bidang kepemudaan DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Wiliam Yani, Sekretaris DPC PDIP Jaktim, Eko Witjaksono. Dan sayap partai PDI Perjuangan. Ketua panitia Sarasehan, Pricilia, dalam laporannya menegaskan, bahwa dengan mengambil tempat di Museum Kebangkitan Nasional ini diharapkan akan membangun semangat juang para pemuda dalam menghadapi tantangan di zaman now. Dengan pembicara para senior maupun mereka yang berkompeten di bidangnya, diharapkan juga memberi manfaat bagi para Pemuda Kader PDI Perjuangan Jakarta Timur untuk berjuang demi Negara kesatuan Republik Indonesia, harapnya. Lukman Hakim selaku moderator acara menegaskan, Pemuda saat ini punya tantangan yang berbeda dengan perjuangan masa itu, untuk itulah diharapkan peserta dapat menyerap pengalaman para pembicara. DPP PDIP Perjuangan yang diwakili Eriko ( Pendiri Banteng Muda Indonesia menegaskan, bahwa Sumpah Pemuda merupakan titik tolak munculnya kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia, semua dapat terwujud harus dengan langkah nyata, lakukan gerakan yang progresif dan kongkrit kedepan dengan sungguh-sungguh. Eriko Sotarduga juga menegaskan bahwa saat ini kita berada di Era Industri 4.0, sesuatu tidak bisa di capai dengan instan. Untuk itulah agar bisa jadi pemenang harus kerja keras dengan penuh semangat, kerjakan yang terbaik dimanapun anda berada, pilihan ada pada diri anda, pintanya. Dwi Rio Sambodo, Ketua PDI Perjuangan Jakarta Timur menegaskan, Sebagaimana pesan Bung Karno salah satunya adalah “Jas Merah” (Jangan Lupa Sejarah) Indonesia bisa merdeka karena pergerakan Mahasiswa di tempat ini. Gerakan Budi Oetomo sebagai gerakan kebangkitan nasional di dominasi mayoritas oleh mahasiswa stovia di sini demikian juga Sumpah Pemuda melalui Kongres Pemuda ke 2, juga didominasi oleh mahasiswa Stovia, untuk itu marilah kita teladani nilai-nilai kejuangan para pahlawan khususnya para mahasiswa yang berjuang dari tempat ini, pinta Rio Sambodo. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Wardana menegaskan, bahwa kepahlawanan itu tidak disematkan oleh dirinya sendiri atau tidak pernah menganggap dirinya sebagai pahlawan namun kepahlawanan terjadi karena proses dan karena akibat yang terjadi sehingga sosok-sosok pahlawan itu hadir. Dan kepahlawanan itu disematkan oleh orang lain, Sosok-sosok kepahlawanan seperti itulah yang dibutuhkan saat ini. Bekerjalah dengan baik meskipun di zaman now untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, pintanya. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Eko Witjaksono disela acara tersebut pada wartawan mengungkapkan bahwa kaum muda jangan merasa dulu dirinya menjadi pahlawan namun perlu tindakan nyata. Agar generasi muda saat yang saat ini senagai zaman now, sejatinya tetap bisa mengambil sebuah inspirasi atau kepeloporan para pemuda waktu itu, baik generasi 1908, 1928 juga generasi 1945, di mana momentum-momentum besar tersebut banyak dipelopori oleh kaum muda. Disinilah kita harus bisa memetik hikmahnya menjadi sebuah refleksi kepada kaum muda kita, untuk bisa menjadi pelopor apa yang bisa kita sumbangkan kepada bangsa dan negara. Dan kita berharap generasi muda saat ini walaupun masuk era teknologi namun jangan melupakan sejarah, jangan pernah melupakan kebudayaan asli kita. dan dengan Kepeloporan yang sudah ditunjukkan oleh pendiri bangsa, bisa menjadi sebuah contoh tauladan, kalau kaum muda harus bisa jadi pelopor, apapun bentuknya, apapun bidangnya. untuk kemajuan bangsa dan negara tegas Eko Witjaksono.Bertempat di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jakarta Timur menggelar Sarasehan Kepemudaan, kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan menyongsong Hari Pahlawan tersebut mengambil tema “Kepeloporan Kepahlawanan Pemuda Menembus Tantangan zaman now !”, hadir dalam acara tersebut Ketua Bidang Kepemudaan DPP PDI Perjuangan, Eriko, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Wardana. Kepala Museum Juang, Ketua DPC PDIP Jaktim Rio Sambodo, Ketua bidang kepemudaan DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Wiliam Yani, Sekretaris DPC PDIP Jaktim, Eko Witjaksono. Dan sayap partai PDI Perjuangan.

Ketua panitia Sarasehan, Pricilia, dalam laporannya menegaskan, bahwa dengan mengambil tempat di Museum Kebangkitan Nasional ini diharapkan akan membangun semangat juang para pemuda dalam menghadapi tantangan di zaman now.

Dengan pembicara para senior maupun mereka yang berkompeten di bidangnya, diharapkan juga memberi manfaat bagi para Pemuda Kader PDI Perjuangan Jakarta Timur untuk berjuang demi Negara kesatuan Republik Indonesia, harapnya.

Lukman Hakim selaku moderator acara menegaskan, Pemuda saat ini punya tantangan yang berbeda dengan perjuangan masa itu, untuk itulah diharapkan peserta dapat menyerap pengalaman para pembicara.

DPP PDIP Perjuangan yang diwakili Eriko ( Pendiri Banteng Muda Indonesia menegaskan, bahwa Sumpah Pemuda merupakan titik tolak munculnya kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia, semua dapat terwujud harus dengan langkah nyata, lakukan gerakan yang progresif dan kongkrit kedepan dengan sungguh-sungguh.

Eriko Sotarduga juga menegaskan bahwa saat ini kita berada di Era Industri 4.0, sesuatu tidak bisa di capai dengan instan. Untuk itulah agar bisa jadi pemenang harus kerja keras dengan penuh semangat, kerjakan yang terbaik dimanapun anda berada, pilihan ada pada diri anda, pintanya.

Dwi Rio Sambodo, Ketua PDI Perjuangan Jakarta Timur menegaskan, Sebagaimana pesan Bung Karno salah satunya adalah “Jas Merah” (Jangan Lupa Sejarah) Indonesia bisa merdeka karena pergerakan Mahasiswa di tempat ini.

Gerakan Budi Oetomo sebagai gerakan kebangkitan nasional di dominasi mayoritas oleh mahasiswa stovia di sini demikian juga Sumpah Pemuda melalui Kongres Pemuda ke 2, juga didominasi oleh mahasiswa Stovia, untuk itu marilah kita teladani nilai-nilai kejuangan para pahlawan khususnya para mahasiswa yang berjuang dari tempat ini, pinta Rio Sambodo.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Wardana menegaskan, bahwa kepahlawanan itu tidak disematkan oleh dirinya sendiri atau tidak pernah menganggap dirinya sebagai pahlawan namun kepahlawanan terjadi karena proses dan karena akibat yang terjadi sehingga sosok-sosok pahlawan itu hadir. Dan kepahlawanan itu disematkan oleh orang lain, Sosok-sosok kepahlawanan seperti itulah yang dibutuhkan saat ini.

Bekerjalah dengan baik meskipun di zaman now untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, pintanya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Eko Witjaksono disela acara tersebut pada wartawan mengungkapkan bahwa kaum muda jangan merasa dulu dirinya menjadi pahlawan namun perlu tindakan nyata.

Agar generasi muda saat yang saat ini senagai zaman now, sejatinya tetap bisa mengambil sebuah inspirasi atau kepeloporan para pemuda waktu itu, baik generasi 1908, 1928 juga generasi 1945, di mana momentum-momentum besar tersebut banyak dipelopori oleh kaum muda.

Disinilah kita harus bisa memetik hikmahnya menjadi sebuah refleksi kepada kaum muda kita, untuk bisa menjadi pelopor apa yang bisa kita sumbangkan kepada bangsa dan negara.

Dan kita berharap generasi muda saat ini walaupun masuk era teknologi namun jangan melupakan sejarah, jangan pernah melupakan kebudayaan asli kita. dan dengan Kepeloporan yang sudah ditunjukkan oleh pendiri bangsa, bisa menjadi sebuah contoh tauladan, kalau kaum muda harus bisa jadi pelopor, apapun bentuknya, apapun bidangnya. untuk kemajuan bangsa dan negara tegas Eko Witjaksono.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized