Connect with us

Uncategorized

AZMY ALI MUCHTAR, PAPARKAN ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKURLUM MERDEKA DI MADRASAH HINGGA RAIH GELAR DOKTOR

Kurikulum Merdeka sebagai pengganti atau penyempurnaan dari Kurikulum 2013 yang didalamnya lebih banyak memberikan kebebasan kepada sekolah, Guru dan siswa dalam proses belajar mengajar serta pengembangan kompetensi peserta didik dan pembentukan karakter sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, meski sudah diberlakukan di Sekolah Madrasah, namun kenyataannya masih belum banyak yang menerapkan atau mengimplementasikan di sekolah Madrasah, untuk itulah Promovendus Azmi Ali Muchtar, mahasiswa program Doktor Pascasarjana (S3) Universitas Islam Jakarta mencoba mendalami dan melakukan penelitian tentang solusi serta implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah, dan mengajukan sebagai desertasi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Ujian Sidang Terbuka, Guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta.

Pada Sidang ujian tersebut, Promovendus AZMY ALI MUCHTAR dihadapkan didepan penguji yang diantaranya Ketua Penguji Prof. Dr. Ir. Raihan Rasjidi, M.Si. Sekretaris, Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A. (Ka.Prodi Prgram Doktor Universitas Islam Jakarta) serta anggota Dr. Atabik Luthfi, M.A. (Dosen Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta) Prof. Dr. Marhamah, M.Pd, serta Dr.Popi Puadah (Dosen Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta) juga Penguji Luar Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A. (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Menurut Promovendus Azi Ali Muchtar bahwa Kurikulum Merdeka yang saat ini digunakan, menekankan akan pengembangan kompetensi siswa dan pembentukan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, namun meskipun ada kebijakan ini masih banyak madrasah yang belum mengimplementasikan kurikulum merdeka secara optimal. saat ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan dan pemahaman Madrasah dalam menerapkan kurikulum yang baru, salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman terkait kurikulum kemerdekaan.

Seperti bagaimana cara menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran RPP ataupun belajar yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum Merdeka, selain itu inovasi dalam metode pengajaran juga menjadi hambatan dalam penerapan kurikulum, dengan demikian penting untuk mengevaluasi dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum merdeka di sekolah-sekolah terutama di Madrasah. melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kondisi pendidikan di Madrasah serta mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan atas dalam menerapkan kurikulum Merdeka, dengan demikian pendidikan di Indonesia terutama Madrasah dapat lebih berkualitas, paparnya.

Diakuinya kondisi di lapangan memang terjadi kesenjangan, yang pertama pada aspek komunikasi belum berjalan dengan baik, untuk itu dibutuhkan pelatihan guru-guru Madrasah agar lebih memahami dan mengimplementasi konsep kurikulum Merdeka tersebut, kedua melakukan interaksi dan sosialisasi secara intensif mengenai tujuan dan manfaat Kurikulum Merdeka, ketiga membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,dan keempat mendorong penerapan pembelajaran berbasis proses yang memungkinkan siswa untuk terlibataktif dalam proses belajar mengajar di Madrasah, papar promovendus.

Usai menguji peserta program Doktor, Kepala Prodi program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, Prof Dede Rosyada menjelaskan bahwa untuk meningkatkan produktivitas belajar itu perlu Skill, untuk itulah dana bantuan disekolah perlu digunakan untuk melakukan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, sehingga hasilnya siswa juga lebih memiliki keahlian dan ketrampilan serta lebih punya masa depan yang lebih baik, harapnya.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan juga menegaskan bahwa Dr Azmy Ali Muchtar merupakan lulusan program Dokor Pendidikan Agama Islam (S3) Universitas Islam Jakarta yang ke 69, beliau konsisten dibidang pendidikan, khususnya menjadi Guru dan Dosen, dengan meneliti tentang pendidikan, khususnya bidang Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kinerja guru, dan mudah-mudahan menjadi referensi untuk penerapan Kurikulum Merdeka, harapnya. (Red).

Kurikulum Merdeka sebagai pengganti atau penyempurnaan dari Kurikulum 2013 yang didalamnya lebih banyak memberikan kebebasan kepada sekolah, Guru dan siswa dalam proses belajar mengajar serta pengembangan kompetensi peserta didik dan pembentukan karakter sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, meski sudah diberlakukan di Sekolah Madrasah, namun kenyataannya masih belum banyak yang menerapkan atau mengimplementasikan di sekolah Madrasah, untuk itulah Promovendus Azmi Ali Muchtar, mahasiswa program Doktor Pascasarjana (S3) Universitas Islam Jakarta mencoba mendalami dan melakukan penelitian tentang solusi serta implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah, dan mengajukan sebagai desertasi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Ujian Sidang Terbuka, Guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta.

Pada Sidang ujian tersebut, Promovendus AZMY ALI MUCHTAR dihadapkan didepan penguji yang diantaranya Ketua Penguji Prof. Dr. Ir. Raihan Rasjidi, M.Si. Sekretaris, Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A. (Ka.Prodi Prgram Doktor Universitas Islam Jakarta) serta anggota Dr. Atabik Luthfi, M.A. (Dosen Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta) Prof. Dr. Marhamah, M.Pd, serta Dr.Popi Puadah (Dosen Program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta) juga Penguji Luar Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A. (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Menurut Promovendus Azi Ali Muchtar bahwa Kurikulum Merdeka yang saat ini digunakan, menekankan akan pengembangan kompetensi siswa dan pembentukan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, namun meskipun ada kebijakan ini masih banyak madrasah yang belum mengimplementasikan kurikulum merdeka secara optimal. saat ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan dan pemahaman Madrasah dalam menerapkan kurikulum yang baru, salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman terkait kurikulum kemerdekaan.

Seperti bagaimana cara menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran RPP ataupun belajar yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum Merdeka, selain itu inovasi dalam metode pengajaran juga menjadi hambatan dalam penerapan kurikulum, dengan demikian penting untuk mengevaluasi dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum merdeka di sekolah-sekolah terutama di Madrasah. melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kondisi pendidikan di Madrasah serta mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan atas dalam menerapkan kurikulum Merdeka, dengan demikian pendidikan di Indonesia terutama Madrasah dapat lebih berkualitas, paparnya.

Diakuinya kondisi di lapangan memang terjadi kesenjangan, yang pertama pada aspek komunikasi belum berjalan dengan baik, untuk itu dibutuhkan pelatihan guru-guru Madrasah agar lebih memahami dan mengimplementasi konsep kurikulum Merdeka tersebut, kedua melakukan interaksi dan sosialisasi secara intensif mengenai tujuan dan manfaat Kurikulum Merdeka, ketiga membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,dan keempat mendorong penerapan pembelajaran berbasis proses yang memungkinkan siswa untuk terlibataktif dalam proses belajar mengajar di Madrasah, papar promovendus.

Usai menguji peserta program Doktor, Kepala Prodi program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, Prof Dede Rosyada menjelaskan bahwa untuk meningkatkan produktivitas belajar itu perlu Skill, untuk itulah dana bantuan disekolah perlu digunakan untuk melakukan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, sehingga hasilnya siswa juga lebih memiliki keahlian dan ketrampilan serta lebih punya masa depan yang lebih baik, harapnya.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof Raihan juga menegaskan bahwa Dr Azmy Ali Muchtar merupakan lulusan program Dokor Pendidikan Agama Islam (S3) Universitas Islam Jakarta yang ke 69, beliau konsisten dibidang pendidikan, khususnya menjadi Guru dan Dosen, dengan meneliti tentang pendidikan, khususnya bidang Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kinerja guru, dan mudah-mudahan menjadi referensi untuk penerapan Kurikulum Merdeka, harapnya. (Red).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized