Pada Selasa 11 November 2025, para pengemudi dan pemilik transportasi umum Trayek Mikrolet M02 (Kampung Melayu – Pulogadung) menggelar aksi demo, karena jalur mereka diserobot atau bersinggungan erat dengan rute Mikrotrans JakLingko JAK41 (Pulogadung – Kampung Melayu).sejak pertama diluncurkan JakLingko. Menurut Koordinator Aksi Demo Wanto, yang juga pengemudi Mikrolet M02, bahwa Rute kedua angkutan umum ini sangat beririsan sehingga mengakibatkan mikrolet M02 mati suri alias tidak tidak ada penumpang, karena masyarakat lebih memilih angkutan gratis milik Pemda DKI Jakarta tersebut.
Demo ini merujuk aksi yang sudah ke sekian kalinya, karena layanan JAK41 sudah sangat merugikan pengemudi M02 yang harus mengejar setoran, dimana titik-titik singgung utama berada jelas-jelas mematikan mata pencaharian Angkutan kota mikrolet Kampung Melayu – Pulogadung.
sepanjang rute yang dilalui, yang mencakup jalan-jalan utama antara Terminal Kampung Melayu dan Terminal Pulogadung, melewati area Jalan Raya Jatinegara Timur,
Jalan Matraman,
Sebagian Jalan Pramuka
Jalan Pemuda
Sekitar Velodrome
Hingga Terminal Pulogadung. Selama ini pelayanan angkutan oleh Mikrolet M02 konvensional namun sudah 5 tahun berjalan, namun Mikrotrans JAK41 tetap melakukan layanan penuh di jalur yang dilalui Mikrolet M02.
Wanto mengaku menggelar aksi demo karena pihak Dishub DKI Jakarta serta Sudin Perhubungan Jakarta Timur, tidak menjalankan hasil kesepakatan dalam perubahan jalur Mikrotrans JAK41, kami kesini hanya meminta bapak Gubernur Pramono Anung untuk menepati janji atas kesempatan perubahan jalur JAK41, agar tidak berada persis di jalum M02, tegasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan pengemudi M02, Pardi, bahwa jalun tersebut susah ada sejak kendaraan oplet, kemudian diganti Kijang kapsul ke Mikrolet, waktu pertama diluncurkan oleh Gubernur Anis Baswedan jumlah kendaraan masih sedikit, namun saat ini armadanya sangat banyak termasuk titik-titik perhentian, sehingga mikrolet M02 tidak lagi ada penumpang, kami hanya ingin cari makan yang Halal, namun kenapa harus dipersulit dengan kehadiran JakLingko 41, padahal keluarga kami butuh makan, keluarga selalu menunggu di rumah, namun cari sisa 20 ribu saja susah sekali, untuk itu kami ingin mengetuk hati bapak Gubernur Pramono Anung serta Wagub Bpk Rano Karno untuk peduli dengan kami, serta konsisten dengan kesepakatan perubahan jalur JakLingko JAK41, pinta Pardi. (Red)