Bertempat di Aula Masjid Bab Al-Rusydi, kampus Universitas Islam Jakarta (UID), pada Rabu 12 Agustus 2026, Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana (S3) Universitas Islam Jakarta, Promovendus Yusuf Aman sukses mempertahankan Desertasinya dan di nyatakan Lulus dengan predikat Cumlaude.
Karya penelitian dalam kontribusinya pada pendidikan Agama Islam, dengan judul “ANALISIS PENDIDIKAN TASAWUF DALAM KITAB SIYAR AL-SALIKIN KARYA SYAIKH ‘ABD AL SOMAD AL-FALIMBANI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN”, dimana penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma pendidikan tasawuf dalam kitab Siyar al-Salikin karya Syaikh ‘Abd al-Shomad al Falimbani serta merekonstruksi model pendidikan tasawuf yang relevan bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data utama bersumber dari kitab Siyar al-Salikin, sedangkan data pendukung diperoleh dari literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Analisis data dilakukan melalui pendekatan hermeneurika filosofis Paul Ricoeur dengan tahapan analisis teks, interpretasi makna, dan sintesis konseptual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siyar al-Saliki tidak hanya memuat ajaran tasawuf yang berorientasi pada pembinaan spiritual individual, tetapi juga mengandung struktur pedagogis yang sistematis. Struktur tersebut meliputi materi pendidikan, tujuan pendidikan, proses pembinaan, praktik nilai-nilai tasawuf, relasi guru dan murid, serta implementasi pendidikan yang membentuk suatu paradigma pendidikan tasawuf. Sintesis terhadap seluruh temuan menunjukkan bahwa paradigma tersebut dibangun atas tiga pilar utama, yaitu tazkiyat al-nafs sebagai proses penyucian jiwa, tahdhib al-akhlaq sebagai pembentukan karakter, dan tagarrub ila Allah sebagai orientasi tertinggi pendidikan.
Dimana Dr Yusuf Aman mengangkat pendidikan karakter dengan pendekatan Tasawuf, yang selama ini kita menggunakan pendekatan Ulama Timur Tengah, untuk itu kami dengan penelitian ini menggunakan pendekatan Tasawuf dari Ulama Nusantara yaitu Syaikh ‘Abd Al Somad Al-Falimbani dengan mengangkat nilai tasawuf di dalam Pendidikan Agama Islam, bagaimana kita bisa memasukkan pelajaran pendidikan tasawuf dalam pendidikan-pendidikan formal dan non formal untuk memberikan satu harapan perbaikan-perbaikan kedepan, agar bangsa Indonesia ini bisa mengkombinan pendidikan umum dengan pendidikan agama, khususnya pengamalan.
Saya yakin kalau ini mendapat tempat di sekolah-sekolah umum atau formal perlahan tapi pasti Indonesia akan lebih baik keadaan yang terjadi sekarang.
Maka itulah saya berusaha ingin melakukan pendekatan – pendekatan serta sentuhan-sentuhan, karena nanti seorang Mursyid yang menggeluti ini, dia akan memonitor dia akan memantau terus anak muridnya tidak dilepas seperti saat ini , ungkap Dr Yusuf Aman.
Usai sidang, Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA menegaskan bahwa karya penelitian Dr Yusuf Aman merupakan kontribusi dalam memajukan pendidikan Agama Islam, dengan Desertasinya diharapkan bahwa teori-teori Tasawufnya ini bisa menjadi bahan ajar keagamaan di Indonesia yaitu di Pesantren dan Majelis Taklim sehingga akan lebih mempengaruhi corak keberagaman masyarakat Indonesia, sebelum menuju masyarakat yang kuat spiritualnya kuat intelektualnya. juga bisa direkomendasi di Sekolah Umum, khususnya minimal dimensi-dimensi awal, sehingga kemudian keberagaman yang baik, ketika mereka masuk profesinya.
Sementara Tim Panitia Ujian Doktor, diantaranya Ketua Penguji , Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Guru Besar / Rektor Universitas Islam Jakarta) Sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Anggota Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta) Dr. Attabik Luthfi, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) Prof. Dr. Dedi Djubaedi.MA dan Penguji Eksternal Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA (Guru Besar Universitas Islam Negeri) (Red)