Jakarta.Wartanusantara.com.
Anggota DPRD DKI Jakarta Dr Ir H. Rasyidi HY.CPM.MM.MA mengingatkan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi agar segera melakukan pembayaran rapel sisa gaji PJLP yang belum dibayarkan oleh Pemprov DKI Jakarta dan mempertanyakan Dana Stunting..
Politisi PDI Perjuangan ini mempertanyakan hal tersebut dengan melakukan interupsi pada saat Rapat Paripurna penyerahan Raperda APBD DKI 2024 dari Eksekutif kepada DPRD DKI Jakarta di Kebun Sirih Jakarta Pusat Kamis (5/9/23).
.
Rasyidi menjelaskan bahwa para pekerja PJLP pada tahun 2023 sejak bulan Januari masih menerima gaji perbulan sebesar Rp. 4.600.000 sedangkan UMR tahun 2023 telah ditetapkan adalah sebesar Rp 4.900.000,-. Sehingga hak mereka yang belum dibayarkan masih tersisa Rp.300.000;-. Hal tersebut berlaku sejak bulan Januari 2023.
” Untuk itu kami meminta kepada Pj.Gubernur DKI Jakarta agar memerintahkan kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) agar Bank DKI aegera men cairkan uang tersebut” kata Rasyidi
pada saat Sidang Paripurna Penyerahan Raperda APBD DKI Jakarta 2024 di Kebun Sirih Jakarta Pusat Kamis (5/9/23).
Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI ini juga kemudian mengatakan, pada saat dirinya melaksanakan reses ada pertanyaan warga yang selalu tidak dapat dijawabnya. Yakni tentang dana stunting ?.
” Pemerintah mengajak masyarakat untuk memerangi stanting, tapi ketika ada warga yang terkena, mereka bingung mengatasinya karena tidak ada ketersediaan dana” paparnya.
” Maka pada kesempatan inilah saya mempertanyakan dana stunting tersebut dan kepada Pj Gubernur untuk segera mencairkannya ” imbuhnya.
” Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting anak usia di bawah 5 tahun (balita) DKI Jakarta mencapai 14,8% pada 2023. Artinya, sekitar 14 dari 100 balita di Ibu Kota memiliki tinggi badan di bawah rata-rata anak seusianya” pungkasnya.