Selamat Sukses mempertahankan Desertasinya didepan Tim Penguji Sidang terbuka program Pascasarjana (S3) Universitas Islam Jakarta, Rabu (22/7/2026) di Aula Masjid Bab Al-Rasydi Kampus UID, dengan judul “DESAIN MEDIA PEMBINAAN SISWA DI MADRASAH BERBASIS MULTIMEDIA WEBSITE” (STUDI KASUS DI MA AL-KHAIRIYAH), akhirnya Promovendus Achmad Uzzil Abid di nyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta. Sebagai lulusan yang ke 91.
Dimana tim penguji terdiri dari Ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta) Sekretaris penguji Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Ketua Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Bedjo Suyanto, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Dr. Popi Puadah (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), dan Penguji Eksternal Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Dalam paparannya, Achmad Uzzil Abid, menjelaskan bahwa Desain Media Pembinaan Siswa Di Madrasah Berbasis Multimedia Website dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan pembinaan siswa yang selama ini berjalan di MA Al-Khairiyah Jakarta, guna untuk mengembangkan media pembinaan siswa berbasis website serta untuk menganalisis efektifitas penggunaan media pembinaan siswa berbasis website.
Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu. dalam hal ini produk yang dihasilkan adalah desain media pembinaan siswa di madrasah berbasis multimedia website, Sedangkan langkah-langkah yang digunakan untuk menghasilkan produk media pembinaan siswa bermasalah ini menggunakan teori ADDIE. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dilakukan terhadap siswa yang di MA Al Khairiyah Jakarta Utara telah dilaksanakan melalui pola pembinaan yang terencana dan saling terhubung antara guru pembimbing, siswa dan orang tua tetapi jika orang tua tidak memberikan dukungan maupun perhatian maka pembinaan ini tidak akan berjalan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Pendekatan yang dilakukan dalam menyelesaikan siswa bermasalah adalah dengan empat tahapan utama, yaitu identifikasi, asesmen, intervensi, dan monitoring.
Selain itu tatap muka, pembinaan siswa bermasalah dilakukan dengan cara menggunakan media online. Media pembinaamn siswa ini dikembangkan sebagai solusi untuk melakukan pembinaan siswa bermasalah melalui media berbasis website. Media pembinaan siswa ini dirancang atau di desain menggunakan website.
Implementasi produk ini dengan melakukan uji coba yang dialukan di MA Al Khairiyah. Hasil ujicoba kelompok kecil sebesar 84% dan hasil penilaian kelompok besar sebesar 87,26% Nilai ini menguatkan media pembinaan Siswa bermasalah layak dan sangat efektif untuk digunakan dalam pembinaan berkelanjutan di MA.
Dr Achmad Uzzil Abid usai menerima gelar Doktor menegaskan bahwa Media Pembinaan Berbasis Multimedia Website ini merupakan media pembinaan sebagai penghubung, dimana pembinaan secara tatap muka tetap dilakukan, dan pembinaan berbasis media ini akan menjadi jembatan monitoring kegiatan peserta didik, apakah sedang di rumah, Sekolah maupun tempat lain, dan akan terpantau kegiatannya khususnya di bidang keagamaan. Dan dari hasil pembinaan siswa bermasalah bisa mengikuti proses pembinaan secara baik, ungkapnya.
Ketua Prodi Program Doktor Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta, Prof.Dede Rosyada, usai menguji mengaku mengapresiasi Dr Achmad Uzzil Abid dengan karya penelitiannya sebagai upaya pembinaan siswa, pertama dihitung perkasus oleh guru BK maka reil time orang tua di rumah, di kantor bisa lihat hasilnya, serta sudah di program di internet, kedua jadwal jadwal pembinaan siswa di internet bisa tahu, seperti pembinaan di mana tempatnya bisa tahu di semua di jelaskan, kemudian juga konsep konsep pembinaan masuk di website bisa belajar tanpa guru, ungkapnya.
Sementara Rektor Universitas Islam Jakarta Prof Raihan juga menegaskan bahwa isi disertasinya sangat baik dari segi pola pembinaan terhadap anak-anak bermasalah, bagaimana pola komunikasi yang dibangun sesuai era digital hari ini, disamping pola pembinaan yang di lakukan secara individu dari guru, orangtua siswa, tentunya sebagai penunjang juga ada monitoring melalui multimedia (website), ungkapnya. (Red).