Connect with us

Uncategorized

AMINAH SYAFA’AH RAIH GELAR DOKTOR USAI MEMPERTAHANKAN DESERTASINYA DI DEPAN TIM PENGUJI

Bertempat di Aula Masjid Bab Al Rusydi Kampus Universitas Islam Jakarta pada Selasa 18 Agustus 2026, Program Doktor Pendidikan Agama Islam Jakarta Pascasarjana, Universitas Islam Jakarta kembali menggelar Ujian Sidang Terbuka bagi Mahasiswa program S3, dan peserta Sidang Doktor yaitu Promovenda Aminah Syafa’ah.

Judul Desertasi yang diajukan dengan judul “MODERNISASI PENDIDIKAN HIJAMAH (BEKAM) BERDASARKAN EVIDENCE BASED DALAM KESEHATAN NASIONAL”, dan Tim Penguji Ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Guru Besar / Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Anggota Prof. Dr. Andriyani, M.Ag, M.K.M (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Syahrullah, M.Pd.I (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Attabik Luthfi, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam Desertasinya tersebut Promovenda Aminah Syafa’ah melakukan Modernisasi Pendidikan Hijamah (Bekam) Berbasis Bukti dalam Sistem Kesehatan Nasional, dimana penelitian tersebut dilakukan untuk mengonstruksi konsep modernisasi pendidikan Hijamah (Bekam) berbasis bukti dalam sistem kesehatan nasional, serta menganalisis implementasinya melalui integrasi prinsip syariah dan standar ilmiah, dan mengkaji fungsinya dalam memperkuat kompetensi terapis dan meningkatkan mutu pelayanan serta menjelaskan implikasi modul pendidikan yang dikembangkan terhadap profesionalisme, keselamatan pasien, dan kepercayaan publik.

Penelitian menggunakan pendekatan Design and Development Research yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi ahli, uji coba, evaluasi, serta penyempurnaan model dan modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, konsep modernisasi pendidikan Hijamah dikonstruksi melalui integrasi landasan syariah, bukti ilmiah, kurikulum berbasis kompetensi, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, sertifikasi profesi, serta regulasi kesehatan nasional. Kedua, implementasinya dilaksanakan melalui pembelajaran teori dan praktik klinis yang mencakup penilaian bukti ilmiah, skrining pasien, penerapan prosedur operasional standar, penggunaan alat steril dan sekali pakai, dokumentasi tindakan, evaluasi kompetensi, serta mekanisme rujukan medis. Ketiga, modernisasi pendidikan tersebut berfungsi memperkuat kompetensi keilmuan, klinis, syariah, dan profesional terapis sekaligus meningkatkan standardisasi, akuntabilitas, dan mutu pelayanan Hijamah. Keempat, modul yang dikembangkan berimplikasi positif terhadap peningkatan profesionalisme terapis, kepatuhan terhadap prinsip keselamatan pasien, pencegahan infeksi dan risiko tindakan, serta penguatan kepercayaan publik terhadap Hijamah sebagai pelayanan kesehatan komplementer yang aman, berbasis bukti, sesuai syariah, dan mendukung sistem kesehatan nasional.

Usai menguji sidang Doktor, Prof Dede Rosyada mengapresiasi karya penelitian Dr Aminah Syafa’ah yang mengangkat tentang Hijamah atau Bekam, dimana pengobatan Bekam sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi, dan dalam penelitiannya bagaimana bisa dilakukan dengan cara pengobatan yang lebih modern hingga bisa melindungi baik itu pasien maupun terapisnya, untuk itu kita berharap Bekam ini bisa diakui oleh Pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan sebagai media pengobatan alternatif di Indonesia, karena memang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pengobatan alternatif, ungkap Prof. Dede Rosyada.

Sementara ditempat yang sama, Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Raihan juga mengaku bersyukur hari ini Dr Aminah Syafa’ah telah lulus dalam promosi Doktor sebagai Lulusan program Doktor Universitas Islam Jakarta yang ke 97, dengan keunikan menampilkan Desertasi tentang Modernisasi
Pendidikan Hijamah atau Bekam yang menjadi pengobatan alternatif dalam kesehatan di Indonesia, dimana pengobatan yang dalam Islam ini perlu di promosikan, karena Bekam pada kenyataannya bisa menurunkan kolesterol, gula darah serta gangguan kesehatan lainnya, untuk itu sudah seharusnya pemerintah mengakui tentang bekam sebagai pengobatan alternatif di Indonesia, pintanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized