Ujian Sidang Terbuka Guna memperolah Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Pascasarjana (S3) Universitas Islam Jakarta, yang digelar di Aula Bab Al-Rusydi, Kampus Universitas Islam Jakarta, pada Selasa 3 Februari 2026 telah menghartarkan Hardita Amalia Sriayu Lestari dalam meraih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam.
Dimana Promovenda Hardita Amalia Sriayu Lestari harus menghadapi ujian para dewan penguji diantaranya, Ketua Penguji, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Dr.Popi Puadah (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Marhamah Syarif, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Dr.Madian Muchlis, M.Pd (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Dr. Abd. Rozak, M.Si (Dosen Tetap Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidatatullah Jakarta).
Desertasi yang diajulan merupakan hasil penelitian dengan tema “MODEL PEMBELAJARAN SKI DALAM MENDUKUNG TERBENTUKNYA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN (PSPPRA) Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bekasi, dimana desertasi tersebut diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat mengikuti Ujian Terbuka Guna Memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam Pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta.
Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (PSPPRA) merupakan sirategi yang relevan untuk membentuk karakter peserta didik sekaligus meningkatkan pengetahuan keagamaan dan sosial PSPPRA tidak hanya berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Pancasila dan Islam yang moderat, tetapi juga mendorong pelestarian tradisi beragama yang ramah, toleran, serta kontekstual dengan keberagaman budaya lokal.
Peneliuan ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran PAI, menilai efektivitasnya dalam membentuk karakter siswa melalui PSPPRA, serta merumuskan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di MAN 1 Kota Bekasi, Penelitian menggunakan metode Rescarch and Development (R&D) dengan pendekatan pengembangan produk berupa modul pembelajaran PAI berbasis PSPPRA, Proses penelitian meliput studi pendahuluan, perencanaan modi, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi produk Subjek penelitian adalah guru PAI, fasilitator proyek, serta peserta didik kelas X MAN 1 Kota Bekasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PAI berbasis PSPPRA mampu meningkatkan pemahaman keagamaan peserta didik yang moderat, menumbuhkan karakter berakhlakul karimah, serta memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila.
Dari hasil evaluasi penilaian Tim Penguji akhirnya memutuskan, bahwa Promovenda Hardita Amalia Sriayu Lestari dinyatakan Lulus dengan nilai “Sangat Memuaskan atau Amat Baik”, serta menjadi lulusan Program Doktor Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta yang ke 77.
Dan Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA mengapresiasi Karya Penelitian Dr Hardita Amalia Sriayu Lestari, sebagai bentuk Kontribusi Pendidikan Agama Islam khususnya di Madrasah, dimana korelasi dalam Kurikulum di Indonesia, baik Kurikulum Berbasis Kompetensi, kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka Belajar hingga Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila serta Kurikulum Deep Learning, semua ada korelasinya, dimana dalam Penguatan Pancasila, khususnya Sila ke 3, Persatuan Indonesia yaitu masalah Toleransi bisa diajarkan mulai dari Sejarah Islam, sehingga guru-guru bisa memilih topik yang relevan, dengan profil Pancasila maka semua bisa menyatu dalam keberagaman, tegasnya. (Red).