Komandan Kodaeral V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., diwakili Wadan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur XI Tahun 2026 yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Dr. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bertempat di kawasan wisata Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pelestarian ekosistem mangrove dan menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Festival Mangrove XI diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dengan mengusung semangat “Jatim Lestari”. Rangkaian kegiatan diawali dengan Mangrove Harmony City Ride yang diikuti Gubernur Jawa Timur bersama Kaka Slank menggunakan sepeda motor listrik menuju lokasi acara.
Dalam laporan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Jumadi, M.MT., disampaikan bahwa Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa, dengan cakupan hampir 50 persen dari total kawasan mangrove di Pulau Jawa. Sejak tahun 2021, luas kawasan mangrove di Jawa Timur juga mengalami peningkatan lebih dari 4.000 hektare.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.Og, Subsp.K.Obginsos, M.Kes., menyampaikan bahwa luas kawasan mangrove di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 120 hektare dari potensi 150 hektare. Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan seluruh potensi kawasan tersebut dapat ditanami mangrove pada tahun 2029 dengan dukungan berbagai pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan mangrove. Pelestarian mangrove tidak hanya berfungsi melindungi wilayah pesisir dari abrasi, tetapi juga berperan dalam menyerap karbon, menjaga habitat biota laut, serta mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Festival Mangrove XI juga dimeriahkan dengan peragaan busana batik yang menggunakan pewarna alami dari mangrove. Selain itu, Kaka Slank menerima penghargaan “Jer Basuki Mawa Bea” atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian lingkungan. Pada kesempatan yang sama, diserahkan pula penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan 10 festival mangrove di 10 kabupaten/kota selama lima tahun.
Deputi Kepala Badan Pengelola Gerakan Mangrove Nasional (BPGMN) Mayjen TNI (Purn.) Sriyanto turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan gerakan pelestarian mangrove. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kawasan mangrove agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan Kaka Slank, peresmian lokasi baru di kawasan BJBR oleh Gubernur Jawa Timur, pelepasan burung air dan kepiting, serta penanaman mangrove bersama para pejabat dan tamu undangan.
Melalui Festival Mangrove Jawa Timur XI Tahun 2026, diharapkan kesadaran dan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove semakin meningkat, sehingga kelestarian lingkungan pesisir dapat terus terjaga bagi generasi mendatang.
Dispen Kodaeral V