Wakil Komandan Polisi Militer Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Pom Kodaeral) V Letkol Laut (PM) Wahyu Widiastono, S.P., M.M., M.Tr.Opsla., mewakili Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., menghadiri kegiatan Sosialisasi Edukasi Penanganan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal yang diselenggarakan di wilayah Pasar Porong Baru, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya serta dampak negatif peredaran Barang Kena Cukai ilegal, khususnya rokok ilegal, yang masih ditemukan di berbagai wilayah.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemusnahan barang bukti berupa rokok ilegal hasil penindakan pelanggaran di bidang cukai. Pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum serta melindungi masyarakat dari dampak peredaran barang ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Jawa Timur, Pembina Utama Madya (IV/d) Dr. Andik Fadjar Tjahjono, Drs., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peredaran rokok ilegal merupakan permasalahan serius yang berdampak luas terhadap berbagai sektor. Menurutnya, bagi negara, rokok ilegal menyebabkan hilangnya potensi penerimaan negara dari sektor cukai. Akibatnya, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) yang seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, program kesehatan, serta penegakan hukum menjadi berkurang.
Selain itu, dari sisi masyarakat, rokok ilegal berpotensi membahayakan kesehatan karena tidak melalui pengawasan dan pengendalian mutu yang ketat. Harga yang relatif murah juga dapat mendorong peningkatan konsumsi rokok, khususnya di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga berdampak pada kondisi kesehatan dan ekonomi keluarga.
Sementara itu, bagi industri, keberadaan rokok ilegal menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat dan merugikan pelaku usaha yang telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Pemberantasan rokok ilegal membutuhkan partisipasi aktif dan sinergi dari berbagai pihak. Kehadiran kita semua di sini hari ini adalah bukti nyata komitmen untuk bekerja sama. Sinergitas antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan peredaran rokok ilegal secara efektif,” ujar Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur.
Kehadiran Kodaeral V dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan TNI AL terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat penegakan hukum, serta membangun sinergi antarlembaga guna memberantas peredaran Barang Kena Cukai ilegal demi menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung penerimaan negara.
Demikian berita Dinas Penerangan Kodaeral V.