Connect with us

Uncategorized

ORASI AKSI RAKYAT, DESAK IMIPAS USUT TUNTAS DUGAAN KORUPSI IMIGRASI DAN PENYALAHGUNAAN KITAS WNA RUSIA DI BALI

sekitar 100 masa Aksi Rakyat menggelar orasi di depan kantor Imigrasi Dan Pemasyarakatan, Kuningan Jakarta, mereka datang menuntut keadilan atas laporan yang telah disampaikan sejak – tahun 2022 terkait dua Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia, SS dan IM yang, hingga hari ini terkesan jalan di tempat tanpa kepastian hukum.

Kami telah menyerahkan dokumen, bukti, laporan, hingga perjanjian kerja sama operasional. Namun yang kami terima dan sikap yang tidak ada tindaklanjut, yang ada hanyalah alasan.

Tiga kali kami datang namun seakan tak ada itikad haik, jawaban berbelit-belit dan jawaban yang tidak masuk akal, ungkap orator aksi rakyat kepada sejumlah wartawan di lokasi aksi.

Mengapa laporan yang sudah berjalan sejak 2022 tidak kunjung dituntaskan?
Di Saat yang sama, pubiik dikejutkan dengan terungkapnya dugaan praktik korupsi izin tinggal WNA yang sedang diusut aparat penecak hukum. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar yang wajib dijawab secara terbuka.

Apakah mandeknya laporan kami selama bertahun-tahun berkaitan dengar dugaan praktik korupsi di lingkungan Imigrasi?
Apakah ada pihak-pihak yang sengaja melindungi dua WNA yang kami laporkan?
Siapa yang selama ini menjadi penghubung dan pelobi bagi kepentingan mereka di lingkungan Imigrasi?
“Apakah benar ada kedekatan dengan kekuasaan yang membuat proses penegakan hukum menjadi tumpul ke atas dan tajam ke bawah?

Jangan biarkan rakyat curiga bahwa hukum hanya berlaku untuk mereka yang lemah!
Jangan biarkan institusi negara kehilangan kepercayaan publik karena ulah segelintir oknum!
Jika benar tidak ada yang disembunyikan, maka buka seluruh proses penanganan laporan kami kepada publik!

Jika benar tidak ada perlindungan terhadap pihak lain, maka tunjukkan tindakan nyata!
Hari ini kami menyatakan: Kami muak dengan pembiaran! Kami muak dengan alasan yang berulang-ulang!
Kami muak dengan dugaan permainan yang membuat hukum kehilangan wibawanya!

Karena itu kami menuntut periksa seluruh pihak yang diduga terkait tanpa pandang bulu, jabatan bukan tameng hukum. Kekuasaan bukan alasan untuk kebal dari pemeriksaan, buka secara terang dan transparan penanganan laporan kami sejak tahun 2022, serta hentikan segala bentuk perlindungan terhadap oknum, pintanya (red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized