Connect with us

Nasional

Pertahankan Desertasi “Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Interdisiplin Di Perguruan Tinggi Umum”, Muhammad Arifin, Raih Gelar Doktor PAI UID

Pertahankan Desertasi “Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Interdisiplin Di Perguruan Tinggi Umum”, Muhammad Arifin, Raih Gelar Doktor PAI UID

Fakultas Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta Program Doktor (S3) pada Selasa 8 Agustus 2023 kembali menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor, dengan menghadirkan Mahasiswa S3 PAI UID, Promovendus Muhammad Arifin, dengan Promotor dan Tim Penguji dari Dosen Universitas Islam Jakarta serta penguji eksternal, Rangkaian kegiatan Sidang Terbuka Promosi Doktor, diawali dan dibuka secara langsung oleh Ketua Tim Penguji Doktor, yang juga Guru Besar/Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si.

Selanjutnya Ketua Tim Penguji Prof. Raihan mempersilahkan Promovendus Muhammad Arifin untuk mempersentasikan Disertasi dengan judul “Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Interdisiplin Di Perguruan Tinggi Umum”, didepan Tim Penguji, diantaranya, Ketua Panitia Ujian Doktor, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. (Guru Besar / Rektor Universitas Islam Jakarta ), Sekretaris, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA.( Ka. Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta ), Anggota, Prof. Dr. Marhamah Syarif, M.Pd. (Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Jakarta). Penguji Ekxternal Prof. Dr. H. Rusmin Tumanggor, MA.( Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ) dan Komisi Promotor Prof. Dr. Suriani, MA (Guru Besar Universitas Islam Jakarta) Dr. Popi Puadah Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Islam Jakarta.

“Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Interdisiplin Di Perguruan Tinggi Umum”. Disertasi Program Doktor Pendidikan Islam, Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, 2023.

Penelitian disertasi “Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Interdisiplin Di Perguruan Tinggi Umum”. dimaksudkan untuk menghasilkan produk bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis interdisiplin. Peneliti memandang PAI bukan sesuatu yang bersifat teologis normatif dan ritual belaka, melainkan menjadi sebuah ruh atau prima kausa dari berbagai rumpun disiplin ilmu yang ada di Perguruan Tinggi Umum.

Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan bahan ajar PAI berbasis interdisiplin di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Menerapkan bahan ajar PAI berbasis interdisiplin serta mendapatkan hasil implementasi Bahan Ajar PAI berbasis interdisipliny. Metode penelitian ini adalah Research and Development dengan Model Pengembangan ADDIE, yakni langkah prosedur pengembangan dilakukan melalui 5 (lima) tahapan, yaitu: Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi.

Hasil dari penelitian dan penulisan disertasi ini adalah produk “Bahan Ajar PAI berbasis Interdisiplin” yang dikemas dalam bentuk modul bahan ajar. Produk hasil pengembangan bahan ajar PAI berbasis interdisiplin ini telah diujicobakan melalui 2 (dua) tahapan yaitu : uji coba lapangan awal dan kemudian uji coba lapangan lanjutan dan didapatkan hasil dengan kualifikasi baik (cukup menarik) dan menunjukkan peningkatan hasil belajar yang cukup efektif. Sehingga, bahan ajar PAI berbasis interdisiplin yang telah dikembangkan terbukti menarik dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum (PTU).

Prof. Dr. Dede Rosyada, MA.( Ka. Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta) sangat mengapresiasi Promovendus Muhammad Arifin, dengan karya penelitiannya atau desertasi ini sangat menarik dan suatu kemajuan lain, dimana Mata Kuliah Agama mampu menjelaskan mata kuliah lain, atau Sain Fisika atau Matematika mampu menjelaskan tentang Agama, ungkapnya.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. juga mengaku bersyukur hari ini Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta kembali meluluskan Program Doktor PAI yang ke 40, yaitu Doktor Muhammad Arifin, dan Desertasinya telah memberi warna tersendiri untuk pengembangan pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi di Indonesia, jadi beliau mampu mengiterdisiplin Pendidikan Agama Islam dengan materi ajal lain yang tematik seperti Program Studi Ilmu Pengetahuan Alam dan matematika yang saat ini sedang diminati mahasiswa, ungkapnya.

Penguji Ekxternal Prof. Dr. H. Rusmin Tumanggor, MA.(Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) juga menilai cukup bagi akan Desertasi yang diakukan Promovendus Muhammad Arifin, yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang mengalirkan semua aspek kajian, untuk menyatu dalam satu keilmuan, sehingga diharapkan bisa menjadi contoh bagi mahasiswa yang keilmuannya di kembangkan di perguruan tinggi, harapnya.

Usai Merahih Gelar Doktor PAI UID, Dr. Muhammad Arifin mengaku bersyukur telah menyelesaikan gelar Doktor, dengan karya penelitian Bahan Ajar PAI berbasis Interdisiplin, Bagaimana Agama itu menjadi sebuah “benteng” di dalam mengatur kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, bagaimana mata pelajaran Agama bisa terinterdisiplinkan dengan mata pelajaran lain, atau memberi pengaruh positif kepada mata pelajaran lain, khususnya di Perguruan Tinggi Umum. Bagaimana Pendidikan Agama Islam menjadi landasan untuk membentuk Generasi Bangsa yang beragama, berakhlak, beriman, kembali kepada ajaran agama untuk membentuk para lulusan Unindra saat mengabdi ke masyarakat, mereka tidak pernah lupa akan bagaimana agama menjadi sebuah benteng bagi kehidupan bermasyarakat,

Dengan karya penelitian ini diharapkan para dosen dapat berkolaborasi dengan dosen mata kuliah Agama, didalam menyampaikan mata kuliah ajarnya baik dari mata kuliah Matematika, Sejarah, Biologi, Fisika dan lainnya.

Dan satu hal yang menjadi kebanggaan bagi saya, dimana kepemimpinan Rektor Unindra, Bapak Prof. H Sumaryoto, yang telah memberikan peluang yang luas bagi kami para pendidik keagamaan, yang berbeda dengan kampus lain, di mana Unindra mengalokasikan mata kuliah pembelajaran agama ini menjadi 4 SKS, dimana 2 SKS yang diberikan pada saat mahasiswa masuk di awal semester pertama dan 2 SKS lagi sebelum Mereka menyelesaikan menyelesaikan studinya di semester 6, sehingga alokasi waktu yang diberikan bapak Rektor sangat memberikan peluang cukup positif bagi para pendidik Agama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan bagi para mahasiswa kami, sehingga outputnya nanti para lulusan betul-betul dapat berjalan dalam koridor keagamaan, papar Dr Muhammad Arifin.(Nurul)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional