Connect with us

Uncategorized

Rangkaian Acara Enam Puluh Tahun KAHMI, Simposium Nasional KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa

Rangkaian Acara Enam Puluh Tahun KAHMI, Simposium Nasional KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa

Bertempat di gedung Nusantara 5 MPR RI pada tanggal 9-10 September 2026, KAHMI menggelar Simposium Nasional dengan tema KAHMI Untuk Kedaulatan Bangsa.

Goege Edwin Sugiharto Ketua Panitia Simposium KAHMI menjelaskan, ini merupakan rangkaian acara enam puluh tahun KAHMI, dimana banyak juga kegiatan lomba olahraga untuk memeriahkan HUT KAHMI, guna memberikan masukan-masukan yang konkret, maka kita akan berikan kepada Presiden dalam HUT 60 tahun KAHMI nantinya. Dan Terimakasih kepada Ketua MPR-RI yang sudah memfasilitasi acara ini, agar Indonesia lebih berdaulat, ungkapnya.

Koordinator Presiden KAHMI Dr K.H, Romo H.R Muhammad Syafii mengungkapkan bahwa simposium dalam rangka Milad KAHMI ke-60 ini, wujud semangat nasional interest, untuk kepentingan nasional.

Kedaulatan pangan kedaulatan energi kedaulatan air bahkan hilirisasi industrialisasi kita belajar perhatian beliau terhadap SDM kedepan harus lebih baik dengan yang terbaik sebelumnya. Di mana persatuan yang kokoh akan membuat pembangunan lebih baik, dengan apa yang ada pada HMI agar pembangunan ini benar-benar berjalan sesuai dengan harapan atas Presiden itu sendiri, maka kita harus tuangkan pikiran-pikiran kritis kita dalam sebuah dokumen yang ini akan kita serahkan kepada Presiden, inilah pikiran kader-kader HMI Indonesia memberikan dukungan berupa prioritas pembangunan nasional secara akademik melalui Simposium.

Presiden Prabowo betul-betul melakukan pemerataan pembangunan dan dirasakan dan berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi ke arah yang diinginkan, sebenarnya harus menjadi konsep kita bersama intinya Mari kita pelihara semangat kolaboratif yang merupakan pesan dari anggaran dasar kita dengan tidak menghilangkan semangat kritis dalam bentuk pikiran-pikiran yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik, pintanya.

Dalam sambutannya, Ketua MPR RI, H Ahmad Muzani, menegaskan bahwa HMI lahir dari semangat kaum terpelajar untuk memberikan dukungan kepada negara disaat negara dan Pancasila sedang “terancam”, dan KAHMI lahir dalam menyelamatkan Negara, menyelamatkan Pancasila dan membela agama, dan KAHMI akan terus berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan bangsa dan negara.

Keyakinan terhadap semangat usaha itu akan sampai, dan jalan itu pasti ada artinya keyakinan terus pasrah kepada Allah SWT.

Pembahasan pertama tentang “Kemandirian Energi Untuk Kesejahteraan Rakyat, perspektif pasal 33 UUD NRI tahun 1945”

Pembahasan kedua tentang Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju, Perspektif pasal 33 UUD NRI tahun 1945.

Pembahasan kedua tentang Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju, Perspektif pasal 33 UUD NRI tahun 1945. Dengan pembicara utama Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Dalam ungkapannya menegaskan bahwa untuk berhasil kita harus mau berproses atau bertindak, disertai dengan doa, jadi kita harus Ilnul yaqin, Ainul Yaqin, haqqul yakin, dan tidak ada kata terlambat, dan kementerian pertanian menargetkan Swasembada Pangan, sebagaimana program Presiden Prabowo. Dengan target 1 tahun.

Negara ini harus kita kelola bersama, dan kita bersyukur hari ini stok beras mencapai 5,37 juta ton. Dari 11 komoditas, 3 diantaranya masih impor ditengah gempuran krisis saat ini. Bahkan Indonesia memberikan bantuan 10.000 ton beras dari Indonesia untuk Palestina.

3 diantaranya komoditas yang masih impor yaitu Daging, Kedelai dan Bawang Putih, yang sebenarnya bisa segera swasembada, karena Indonesia merupakan negara yang Subur. Data dari negara luar, Indonesia produksinya meningkatkan terbesar ke dua di Dunia.

Prof Rokhmin Dahuri dalam paparannya menegaskan, kalau suatu negara mau maju dan makmur syaratnya harus punya konsep membangun, mencetak SDM unggul, memberantas premanisme, keempat banyak pemimpin yang berkualitas.

Persyaratan bagi negara bisa menjadi maju sejahtera dan berdaulat yaitu memiliki produktivitas dan daya saing yang tinggi dan mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan menyerap banyak tenaga kerja, mensejahterakan seluruh rakyat secara adil serta ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kita harus tahu input dan outcome yang akan kita capai, dimana untuk menuju Indonesia Emas pendapatan harus lebih besar dari pengeluaran, sehingga butuh transformasi bidang perekonomian juga lingkungan hidup, tantangan energi, farmasi, mineral harus berdaulat. Semua harus di modernisasi. (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized