SINTESIS BERBAGAI VARIABEL TERKAIT RELIGIUSITAS DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, PROMOVENDUS ANURAGA JAYANEGARA RAIH GELAR DOKTOR PAI, UNIVERSITdAS ISLAM JAKARTA
Ujian Sidang Terbuka Guna memperolah Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Pascasarjana (S3) Universitas Islam Jakarta, yang digelar di Aula Bab Al-Rusydi, Kampus Universitas Islam Jakarta, Rabu 28 Agustus 2024, dan setelah berhasil mempertahankan Desertasinya didepan Sidang Terbuka, Promovendus Promovendus Anuraga Jayanegara, akhirnya berhasil lulus dengan predikat Cumlaude.

Dimana Promovendus dengan desertasinya berjudul, “Sintesis Berbagai Variabel Terkait Religiusitas dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam”, dan diuji oleh Dewan Penguji yang diantaranya, Ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris penguji Prof. Dr. Dede Rosyada, MA ( Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta ) anggota Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta), Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta) Prof. Dr. Abdul Hakim Halim, M.Sc (Guru Besar Institut Teknologi Bandung) serta Penguji Eksternal, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA menilai bahwa desertasi promovendus sangat bagus, dengan kajian-kajian jurnal Islam, petanya seperti apa, mana yang paling banyak dan paling kuat, maka ditemukan kajian yang terbaik untuk religiusitas seseorang, dan dari hasil kajian Pendidikan Agama Islam, Lembaga Keuangan Syariah, maka bagaimana dengan peningkatan terjadi pada masyarakat, maka perkuat kedua hal tersebut, jadi Pendidikan Agama Islam itu tidak hanya di sekolah, tetapi juga di masyarakat, sehingga masyarakat akan lebih peduli, paparnya.
Dan usai mengikuti Ujian sidang terbuka, Promovendus Anuraga Jayanegara menjelaskan, bahwa dalam penelitian yang dilakukan, dirinya melihat bahwa perkembangan teknologi di Indonesia yang sangat cepat, telah menyebabkan meningkatnya kompetisi di antara manusia, hingga berdampak pada tekanan kehidupan hingga memicu munculnya berbagai permasalahan dan krisis sosial. Sehingga Religiusitas merupakan solusi dalam upaya mencegah atau meminimkan berbagai permasalahan sosial yang berkembang. Dan Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai variabel yang berkaitan dengan religiusitas Islam di Indonesia, mensintesisnya, serta menganalisis keterkaitan antara religiusitas Islam dan pendidikan agama Islam.

Metode penelitian yang dilakukan dalam disertasi ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed method), yakni metode kombinasi model sequential exploratory. Identifikasi variabel dilakukan dengan menggunakan analisis bibliometrika, sedangkan integrasi dan sintesis variabel yang terkait dengan religiusitas Islam dilakukan dengan menggunakan metode meta-analisis.
Hasil menunjukkan bahwa sejumlah kata kunci (identifikasi variabel) yang paling sering muncul pada topik Ini diantaranya adalah religiusitas, bank syariah, pendidikan agama Islam, mahasiswa, pengetahuan, keputusan pembelian, minat menabung, pesantren, remaja, minat, kepercayaan, santri, dan Islam. Hasil meta-analisis terhadap variabel yang mempengaruhi religiusitas Islam mengindikasikan bahwa sejumlah variabel yang secara positif (nilai korelasi positif) mempengaruhi religiusitas Islam adalah ketaatan terhadap syariat, mengikuti kegiatan dakwah, orientasi halal, pembelajaran PAI, pendidikan keluarga, dan perilaku moral positif.

Adapun sejumlah variabel yang secara positif (nilai korelasi positif) dipengaruhi oleh religiusitas Islam adalah adaptasi dan resiliensi, etos dan prestasi kerja, kepuasan hidup, kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, kesejahteraan subjektif, ketaatan terhadap syariat, kreativitas, orientasi wirausaha, orientasi halal, orientasi keuangan syariah, orientasi masa depan, Orientasi politik Islam, pembelajaran PAI, perilaku moral positif, perilaku berziswaf, dan pola konsumsi Islami.
Religiusitas Islam sangat relevan dengan Pendidikan Agama Islam, di mana hubungan keduanya bersifat timbal balik dan saling mempengaruhi. Pendidikan agama Islam merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi perkembangan tingkat religiusitas seseorang. Di sisi lain, religiusitas Islam juga Semakin memperkuat pendidikan agama Islam dari individu, sehingga dengan pendidikan Agama Islam yang semakin baik, maka akan menghasilkan generasi bangsa yang tidak hanya sholeh secara vertikal, tetapi juga secara horizontal sesama manusia, berdaya saing, bisa membawa bangsa Indonesia yang lebih baik dan maju, ungkap Anuraga Jayanegara.

sementara Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si, juga mengucapkan selamat kepada Dr Anuraga Jayanegara, yang telah sukses meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta, dan hari ini Universitas Islam Jakarta kembali meluluskan Dr Anuraga Jayanegara sebagai lulusan yang ke 61.
Dan Dr Anuraga Jayanegara juga memiliki nilai tersendiri, karena beliau disamping menggeluti prodi Pendidikan Agama Islam dari S1, S2 dan saat ini mampu menyeleasikan program Doktor (S3), beliau juga telah menyeleasikan studinya bidang peternakan, bahkan Dr Anuraga Jayanegara juga telah meraih Guru Besar di Universitas Pertanian Bogor, untuk itu kami bersyukur dan berterimakasih bahwa ada seseorang yang punya kualitas tinggi, masih memberikan kontribusi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, semoga bisa mewarnai tentang Religiusitas secara khusus, dan maknanya berdasarkan Quran dan Hadist, tegas Prof Raihan. (Red)