Connect with us

Nasional

2 Mahasiswa S3 UID Berhasil Raih Gelar Doktor, Usai Sidang Desertasi

Ujian Sidang Terbuka Guna memperolah Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Pascasarjana (S3) Universitas Islam Jakarta, yang digelar pada Rabu 9 Agustus 2023 telah meluluskan 2 Mahasiswa Program Doktor PAI UID, dimana dua peserta Ujian, yaitu Promovendus Khalid Ramdhani dan Promovendus Jaenal Abidin telah berhasil mempertahankan desertasi didepan Senat Sidang Terbuka dalam agenda Ujian Terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam UID, di Aula Bab Al-Rusydi, Kampus Universitas Islam Jakarta.

Promovendus Khalid Ramdhani dalam Sidang dengan desertasi berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Memasuki Era Digital”, sementara Promovendus Zaenal Abidin dengan desertasi berjudul “Reformulasi Model Pendidikan Majelis Talim Konversi Diniyah Kota Bandung”.

Promovendus Jaenal Abidin dengan Desertasi Judul “Reformulasi Model Pendidikan Majelis Taklim Konversi Diniyah kota Bandung”, dalam penelitiannnya melihat adanya dinamika perkembangan Majclis Taklim konvensional yang belum menghasilkan lulusan yang mempunyai output sebagai lembaga pendidikan Islam, keberadaan majelis taklim yang hampir ada di setiap pelosok wilayah harus dioptimalkan peran dan manajerialnya, agar mampu menghasilkan lulusan yang baik. Majelis Taklim Konversi Diniyah hadir sebagai sebuah pembaharuan pada majelis taklim.

Dengan adanya kurikulum, proses pembelajaran serta sistem evaluasi yang baik diharapkan bukan hanya menjadi tempat traformasi ilmu pengetahuan semata, tetapi mampu mencetak santri yang memiliki ilmu pengetahuan, beriman dan bertagwa, berakhlak mulia, mempunyai keterampilan serta menghasilkan seorang yang ahli dalam memberikan layanan layanan ritual spiritual keagamaan pada masyarakat.

Sehingga dengan penelitian Promovendus Jaenal Abidin tersebut adalah untuk mengkaji menganalisis dan merumuskan reformulasi majelis taklim konversi diniyah yang berkenaan dengan kurikulum, proses pembelajaran dan sistem evaluasi. Sampel dan unit analisis dalam penelitian ini adalah Majelis Taklim Konversi Diniyah (MTKD) Al Ikhlas. Sehingga mampu

Mencetak santri yang mempunyai ilmu pengetahuan, Iman dan Tagwa, Akhlak Mulia, Keterampilan serta menghasilkan orang ahli dalam memberikan layanan – layanan ritual keagamaan di masyarakat.

Sementara Promovendus Khalid Ramdhani. Desertasinya dengan judul “Pengembangan Bahan ajar Agama Islam Di Perguruan Tinggi Umum Memasuki Era Digital”, dimana Bahan Ajar merupakan bagian yang penting dalam menentukan kualitas pembelajaran. Desain pengembangan bahan ajar perlu memperhatikan model pengembangannya untuk memastikan kualitas bahan ajar menunjang efektifitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, karena pengembangan bahan ajar pada dasarnya merupakan proses yang bersifat linier dengan proses pembelajaran.

Sehingga penelitian ini dibuat untuk mengembangkan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Memasuki Era Digital di Perguruan Tinggi Umum Universitas Singaperbangsa Karawang, Menerapkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam Memasuki Era Digital di Perguruan Tinggi Umum Universitas Singaperbangsa Karawang. Dimana Pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Memasuki Era Digital dilakukan dengan menggunakan Model Pengembangan ADDIE melalui 5 tahapan, Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Dan produk Penelitian ini menghasilkan sebuah produk Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Memasuki Era Digital dengan lokus penelitian di Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang. Diperoleh hasil bahwa Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam diwujudkan dengan 5 langkah ADDIE.

Usai menguji Mahasiswa Program S3 PAI, Prof. Dede Rosyada MA, (Ka Prodi Program Doktor UID), mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi Karya-karya penelitian para Mahasiswa S3 PAI Universitas Islam Jakarta yang dengan karya penelitiannya yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan Agama Islam di sekolah maupun Kampus, seperti Desertasi Promovendus Khalid Ramadhani yang telah melakukan pengembangan bahan ajar Agama Islam di Era Digital.

Demikian juga Promovendus Jaeanal Abidin yang berupaya memberikan masukan pada dunia pendidikan Agama Islam, dalam Reformulasi model pendidikan Jamelis Taklim Konversi Diniyah kota Bandung, dengan karekter-karakter model penyampaiannya, di sekolah-sekolah menengah, ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si, Mengapresiasi Disertasi Promovendus Jaenal Abidin dan Promovendus Khalid Ramadhani yang telah berkontribusi dalam proses pembelajaran era digital, sehingga diharapkan dalam implementasinya dapat memberikan hal-hal yang tematik, sehingga bahan ajar untuk di Perguruan Tinggi lebih mengena di masyarakat, didalam materi-materi yang lebih responsif terhadap fenomena saat ini di tengah masyarakat serta melihat pemakaian teknologi informasi pada hari ini dan masa depan, ungkapnya. (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional