Connect with us

Uncategorized

Lakukan Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Tarikh Dalam Ismuba, Nurhasanah Raih Gelar Doktor

Melihat mata pelajaran Tarikh dalam ISMUBA atau mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan gerakan Islam yang membahas perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, Para Sahabat, hingga sejarah perkembangan organisasi Muhammadiyah yang hasil capaian peserta didik masih sangat rendah telah mendorong Mahasiswa program Doktor Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta, Nurhasanah berupa melakukan Pengembangan bahan ajar mata pelajaran Tarikh dalam ISMUBA, agar peserta didik khususnya di tingkat SMA dapat meningkatkan capaian untuk memperkuat kembali roh pendidikan Ismuba serta peserta didik dapat menunjukkan sikap yang lebih baik, konsisten dan selaras dengan nilai-nilai Islam berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah, dimana melalui pendidikan tarikh , peserta didik dapat meneladani nilai-nilai luhur yang dapat menumbuhkan keimanan, meningkatkan ketakwaan serta membentuk akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Promovenda Nurhasanah melakukan penelitian juga mengembangkan bahan ajar mata pelajaran Tarikh dalam ISMUBA, khususnya di SMA, Serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami makna, hikmah, serta relevansi sejarah Islam.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Research and Development (R&D). Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berorientasi pada pengembangan produk berupa bahan ajar mata pelajaran Tarikh dalam kerangka kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta. Pendekatan kualitatif digunakan karena penelitian ini menekankan pada eksplorasi mendalam terhadap kebutuhan nyata di lapangan, pengalaman guru, serta kondisi peserta didik, sehingga dapat menghasilkan gambaran yang komprehensif mengenai permasalahan dan kebutuhan yang harus dijawab oleh produk bahan ajar yang dikembangkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar Tarikh yang dikembangkan berbasis nilai iman, takwa, dan akhlak mulia serta disusun secara kontekstual dan aplikatif dinilai layak oleh ahli materi dan ahli media dari aspek Isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan. Implementasi terbatas di kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Jakarta menunjukkan bahwa bahan ajar ini mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman sejarah Islam, serta sikap religius beserta didik. Dengan demikian, bahan ajar Tarikh yang dikembangkan berpotensi menjadi alternatif sumber belajar yang lebih efektif dalam mencapai tujuan pendidikan ISMUBA dan mendukung pembentukan karakter muslim berkemajuan pada peserta didik.

Usai sidang ujian untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar doktor Pendidikan Agama Islam pada program Doktor pascasarjana universitas Islam Jakarta tersebut, tim penguji yang terdiri dari ketua Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Ketua Prodi Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Dr. Madian Muchlis, MA (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) , Dr. Syahrullah, M.Pd (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Bunyamin, M.PdI (Guru Besar UHAMKA Jakarta) menyatakan Nurhasanah lulus dengan predikat Sangat Baik, dan Dr Nurhasanah menjadi lulusan program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta yang ke 92.

Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Mengapresiasi Dr Nurhasanah, dimana karya penelitian tersebut mengajarkan iman, taqwa dan akhlaq siswa, bisa melalui tokoh sejarah, ada yang menarik sekolah Muhammadiyah, tetapi, kemudian tokoh-tokoh sejarah sebagai rujukan dari Nahdatul Ulama dua kubu pendapat yang berbeda jadi ada inklusifisme dari Muhammadiyah juga Inklusifisme dari NU, ungkapnya.

Rektor UID, Prof. Dr. Ir. Raihan, M. Si., menjelaskan disertasinya dalam pelajaran Tarikh ISMUBA akan semakin menarik, dengan materi ajar dikembangkan serta metode pengajarannya yang mungkin berbeda, ditambah dengan bahan ajar yang dihasilkan oleh Dr. Nurhasanah. (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized