Setelah berhasil mempertahankan Desertasinya yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat ujian sidang terbuka guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, pada Rabu 17 Juni 2026, akhirnya Promovendus Ahmad Mufid berhasil “Lulus” dan meraih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Jakarta, serta menjadi lulusan program Doktor (S3) yang ke 85.
Dalam ujian didepan Dewan Penguji, yang diantaranya Panitia Ujian Doktor dengan Ketua penguji Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. (Guru Besar/Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A. (Ketua Program Studi Doktor Universitas Islam Jakarta), serta anggota penguji, Prof. Dr. Marhamah, M.Pd. (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Assoc. Prof. Dr. Sutardjo Atmowidjoyo, M.Pd. (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Atabik Luthfi, M.A. (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, ( Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Promovendus Ahmad Mufid menjelaskan bahwa dalam penelitian Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Tarajmah dilakukan di Madrasah Aliyah Rifa’iyah Kedungwuni Pekalongan, bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran mata pelajaran Tarajumah di Madrasah Aliyah.
Penelitian dilakukan di MA Rifa’iyah Kedungwuni, dengan mengembangkan bahan ajar berbasis kitab Tabyinal Ishlah, serta menguji efektivitas hasil pengembangannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Research and Development (R&D) melalui model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Dan subjek penelitian melibatkan guru dan peserta didik kelas XII MA Rifa’iyah Kedungwuni, sedangkan data diperoleh melalui observasi, wawancara, validasi ahli, angket, dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah dengan pola pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning). Dalam proses pembelajaran, guru membacakan nadzam atau teks kitab Tarajumah kemudian memberikan penjelasan kepada peserta didik, sedangkan peserta didik lebih banyak berperan sebagai pendengar dan pencatat materi.
Penelitian ini menghasilkan bahan ajar mata pelajaran Tarajumah berbasis Kitab Tabyinal Ishlah karya KH. Ahmad Rifa’i yang disusun secara sistematis dengan penambahan pedoman transliterasi aksara pegon bahasa Indonesia, terjemah dan penjelasan teks asli ke dalam bahasa Indonesia, ilustrasi berupa diagram, tabel, bagan, ringkasan, serta evaluasi pembelajaran. Hasil validasi ahli materi, bahasa, dan media menunjukkan kategori layak dan sangat baik. Efektivitas penerapan bahan ajar diuji melalui uji perorangan, kelompok kecil, dan kelompok besar.
Berdasarkan hasil pengolahan data, bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan efektif, ditunjukkan oleh peningkatan signifikan hasil posttest peserta didik serta respon guru dan peserta didik yang menunjukkan tingkat kepraktisan dan kemenarikan tinggi. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan bahan ajar mata pelajaran Tarajumah berbasis Kitab Tabyinal Ishlah yang direkonstruksikan menjadi bahan ajar formal pada madrasah aliyah. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran serta menjadi upaya pelestarian khazanah intelektual ulama Nusantara dan peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.
Prof Dede Rosyada mengapresiasi Dr Ahmad Mufid yang telah melakukan pengembangan bahan ajar mata pelajaran Tarajumah untuk siswa di Madrasah Aliyah dan Desertasinya unik dimana ada suatu model bahan ajar yang diturunkan dari abad ke-18 yaitu buku tarajumah yang kemudian dibuat sebuah naskah yang bisa dipahami dengan bahasa-bahasa kekinian.
Dan terbukti bahwa mereka yang belajar buku ini hasil belajarnya cukup bagus di atas KKM, untuk itu buku ini sangat bermanfaat bagi pendidikan khususnya di Madrasah Aliyah, ungkapnya.
Sementara Rektor Universitas Islam Jakarta Prof Raihan juga mengaku bersyukur hari ini Universitas Islam Jakarta kembali meluluskan Alumni Program Doktoral yang ke 85, disertasi beliau mempunyai keunikan ke khasan lokal, ada kearifan lokal dengan mengangkat salah satu sosok Kyai Rivai dalam pelajaran berkaitan dengan fiqih. dan tentunya ini menjadi tantangan yang besar bagi Dokter Ahmad Mufid untuk melestarikan budaya yang sekaligus dengan penguatan-penguatan karya-karya di daerah, terutama di daerah Pekalongan.
Kita harapkan ini menjadi salah satu contoh dalam pelestarian budaya yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan yang mengangkat sosok-sosok pahlawan pendidikan di dalam menyebar nilai-nilai keagamaan, harapnya. (Red)